DPRD Pegaf Minta Pemerintah Perhatian Jalan Menuju Kampung Meidodga

0
330
Anggota Komisi C DPRD Pegaf, Sepianus Iba
PEGAF,KLIKPAPUA.COM– DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak mengharapkan pemerintah daerah memperhatikan akses jalan menuju Kampung Meidodga dan 6 kampung lainnya yang berada di Distrik Testega. Pasalnya, jalan menuju kampung tersebut hingga saat ini belum tersentuh pembangunan.
Hal ini disampaikan oleh salah seorang Anggota Komisi C DPRD Pegaf, Sepianus Iba saat dijumpai di Distrik Anggi, Jum’at (28/2/2020).
Seperti yang diketahui, 7 kampung yang berbatasan langsung dengan kabupaten teluk Bintuni ini belum memiliki akses penghubung via darat (jalan). Untuk itu, politisi Gerindra ini meminta pemerintah daerah kabupaten pegaf untuk menjawab kebutuhan dasar 1.500 jiwa yang ada di sana.
“Kami (DPRD) mengimbau agar pemerintah memperhatikan jalan menuju Kampung Meidodga (Testega-Meidodga), di sana ada banyak masyarakat yang membutuhkan akses jalan. Banyak kebutuhan masyarakat yang bisa di jawab jika akses jalan sudah tembus.,” ungkap Sepianus.
Sepianus mengatakan, kondisi masyarakat di kampung tersebut sangat memprihatikan. akses kesehatan, pendidikan dan perekonomian masyarakat di 7 kampung ini terhambat. “Dari ujung jalan testega sampai kampung meidodga hanya bisa di akses dengan berjalan kaki satu sampai dua hari,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, masyarakat setempat hanya mengandalkan moda transportasi udara. Selain ongkos yang sangat mahal, jadwal penerbangan manokwari-meidodga juga tidak tetap, sehingga manfaat dari alat transportasi itu tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Hal ini kemudian  mendorong legislator asal Distrik Testega tersebut, meminta  Pemerintah Kabupaten Pegaf agar memberikan subsidi penerbangan.
“Pesawat sudah ada ke sana (Meidodga), tapi tidak setiap hari dan ongkosnya juga sangat mahal. Pemda sudah pernah memberikan subsidi penerbangan tapi hanya 32 kali penerbangan itupun hanya 3 bulan. Kami minta setiap penerbangan disubsidi, karena cuma itu alat transportasi masyarakat di sana,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, sepianus juga meminta agar pemerintah daerah dapat memperhatikan pendidikan dan kesehatan masyarakat di sana. “Di sana sudah ada satu Pustu tapi tidak ada tenaga kesehatan yang bertugas. SD juga sudah ada tapi Tenaga pengajar tidak cukup. Saya minta Pemda pegaf melalui dinas terkait memperhatikan hal tersebut, karena ini menyangkut kebutuhan dasar setiap warga negara,” pungkasnya.(rsl/bm)

Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.