Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, Ini Penjelasan PLN

0
80
Pembangkit Listrik tenaga diesel (PLTD) Anggi. (Foto : Riski/klikpapua.com)

PEGAF,KLIKPAPUA.COM– Warga di Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, mengeluhkan pemadam listrik sering terjadi di daerah ini.

Terhitung sejak Rabu (30/10/2019) sampai Sabtu (2/11/2019) kemarin, PLN melakukan pemadaman listrik. Selama empat hari, Pembangkit Listrik tenaga diesel (PLTD) Anggi melakukan pemadaman listrik secara total.

Sejumlah masyarakat pun mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi. Pasalnya mereka tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, terutama aktivitas yang menggunakan tenaga listrik. Tak cuma itu, adanya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN mengakibatkan jaringan telekomunikasi (telepon) di Distrik Anggi juga terputus dalam beberapa hari.

“Ya, kami terganggu dengan adanya pemadaman listrik dari PLN, apalagi jaringan komunikasi juga terputus kalau listrik padam lebih dari 12 jam,” kata Yunus Ahoren, di Distrik Anggi, Minggu (3/11/2019).

Yunus mengungkapkan, pemadaman listrik  sudah sering terjadi. Untuk itu, ia meminta agar pihak PLN segera mengatasi permasalahan yang ada sehingga kedepannya kejadian tersebut tidak terjadi lagi.  “Kalau bisa masalahnya cepat di atasi agar tidak terjadi lagi,” minta Yunus.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Timatius maima. Menurutnya, warga di Distrik Anggi sudah bergantung pada tenaga listrik. Sudah banyak usaha-usaha mulai berkembang di daerah ini, sehingga dengan adanya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. “Di sini (Anggi) sudah banyak usaha yang membutuhkan listrik, kalau bisa PLN tidak melakukan pemadaman listrik lagi,” harapnya.

Sementara itu, koordinator PLTD dan Kantor Pelayanan Pegaf, Ruben Mofu, menjelaskan alasan PLN sering melakukan pemadaman listrik. Menurutnya, ketersediaan bahan bakar menjadi masalah utamanya. Cadangan Bahan bakar (solar) yang menjadi sumber tenaga mesin PLTD  tidak tersedia dalam jumlah yang banyak. Pasalnya,  pasokan bahan bakar dari manokwari tidak rutin, mengingat kondisi jalan menuju Distrik Anggi tidak memungkinkan pengiriman bahan bakar dilakukan secara rutin.

“Pengiriman solar dari Manokwari ke Anggi sering terlambat, kalau cadangan solar habis kami terpaksa melakukan pemadaman sampai menunggu pengiriman dari Manokwari,” ungkap Ruben.

Pada kesempatan tersebut, Ruben mengungkapkan permintaan maaf bagi para konsumen yang tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak PLN. Ia pun berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. “Mohon maaf apabila pelayanan kami tidak memuaskan bagi konsumen, kami akan berusaha memperbaiki pelayanan sehingga kedua masyarakat tidak dirugikan,” katanya.

Saat berita ini diturunkan, pasokan listrik di Distrik Anggi sudah kembali normal. Aktivitas warga dan jaringan telekomunikasi di distrik Anggi juga sudah kembali normal seperti biasanya.(rsl)

Editor: BUSTAM

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.