UTD Dinkes PB Terus Berupaya Agar Tidak Terjadi Kekosongan Stok Darah

0
67
Penanggungjawab UTD Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Adhe Ismawan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Masa Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap semua aspek, termasuk pada Unit Transfusi Darah (UTD) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.
Penanggungjawab UTD Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Adhe Ismawan mengatakan, sejak akhir tahun hingga awal tahun 2020 kekosongan stok darah bisa teratasi dan sudah dilakukan kegiatan rutin dengan membuat jadwal kerja sama dengan beberapa instansi serta tempat ibadah, baik itu masjid dan gereja  dalam melakukan donor massal. Namun karena massa pandemi ini akhirnya tidak bisa dilakukan.
“Karena masalah pandemi segala aktifitas terhambat, termasuk donor massal tidak bisa kami lakukan, namun baru-baru ini kita melakukan kegiatan di Dinas Perhubungan Bandara, dari situ kita mendapat 30 kantong darah, ini sedikit membantu pasien-pasien yang membutuhkan,” kata dr Adhe, yang ditemui Jumat.
Menurut dr.Adhe, UTD sendiri sudah memiliki data pendonor rutin sebanyak kurang lebih 200 orang, tiap tiga bulan sekali selalu dihubungi untuk mengingatkan untuk kembali melakukan pendonoran, namun karena  adanya pandemi Covid-19 mereka  terkendala dengan mobilisasi untuk keluar melakukan pendonoran. “Dan hal tersebut kita maklumi dan tidak bisa kita paksakan, namun kami terus berupaya agar selalu ada ketersediaan stok darah,” imbuhnya.
Ia berharap pandemi segera berlalu dan stok darah bisa teratasi dengan baik, karena masalah sulitnya mendapat donor darah, bukan hanya terjadi di Manokwari, tetapi seluruh Indonesia. “Kita melakukan kegiatan keluar pun ada batasan-batasannya, bagaimana kita hanya bisa mengumpulkan orang sebanyak 20, terus memperketat protokol kesehatan, hal tersebut membuat pelaksana akhirnya menjadi urung untuk melakukan kegiatan donor darah,” katanya.
Kedepan dr.Adhe berharap, semua bisa kembali melakukan donor di UTD. Dalam melakukan pendonor pun UTD selalu menggunakan standar protokol kesehatan, mulai dari masuk hingga melakukan pengambilan darah. “Kami memperhatikan semua itu, sehingga bagi para pendonor yang sering melakukan pendonoran tidak perlu khawatir dengan adanya Pandemi Covid-19, jadi proses pencegahan tetap ada untuk dilakukan bagi pendonor,” ucap dr. Adhe.
Menurut dr Adhe, melakukan donor darah merupakan hal yang manfaatnya sangat besar bagi pendonor itu sendiri. Karena donor darah itu ibarat menggantikan sel darah merah yang lama dengan sel darah merah yang baru.“Sel darah merah yang baru kita dapat tentunya dari tempat produksi yaitu limpa dan sumsum tulang belakang, ibaratnya kita bilang mobil angkutan, kalau dia sudah lama pasti daya angkutnya terbatas, begitu juga dengan sel darah merah kita, kalau sel darah merah kita sudah tua dalam hal ini kalau sudah 3 bulan maka kemampuan untuk mengangkut oksigen juga sudah berkurang, sehingga membutuhkan  sel darah merah baru,“ jelasnya.
“Cara bisa terproduksinya sel darah baru dengan kita mengeluarkan sebagian darah kita sekitar 300 cc atau sepersepuluh dari volume dara kita, kita akan merasakan membutuhkan sel darah merah baru, sehingga dengan adanya sel darah merah baru itu, akan membuat pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh akan semakin bagus,” sambungnya.
Ditambahkan dr. Adhe, dengan melakukan donor darah rutin setiap tiga bulan sekali, sangat bermanfaat bagi tubuh, karena dapat menjaga kesehatan, mencegah hipertensi, kolesterol dan asam urat. “Semua itu tercegah dengan kita melakukan donor darah rutin dan akan membuat tubuh menjadi segar, tubuh menjadi ringan, tubuh menjadi aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan, dan tentu tidak kalah pentingnya yaitu manfaat menolong orang lain itu pasti luar biasa,” pungkasnya.(aa)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.