Luncurkan IRI Papua Barat, Gubernur Mandacan Serukan Sinergi Lintas Iman Lindungi Hutan

0
Gubernur Dominggus Mandacan bersama Fasilitator IRI Indonesia Hening Parlan seusai menandatangani kesepakatan pada peluncuran Chapter IRI Indonesia Papua Barat di Manokwari. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun kolaborasi lintas iman untuk mewujudkan keadilan ekologis dan perlindungan hutan Papua.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada peluncuran Chapter Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Provinsi Papua Barat di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Mandacan mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Barat menyambut baik dan mengapresiasi peluncuran chapter IRI Indonesia di Papua Barat tersebut sebagai bagian dari komitmen dan praktik baik yang dapat disampaikan kepada dunia.

Ia menyampaikan, dunia saat ini menghadapi ancaman global yang nyata, seperti polusi, kehilangan biodiversitas, dan perubahan iklim akibat pemanasan global, yang dampaknya sudah mulai dirasakan.

Menurutnya, diperlukan aksi nyata dari semua pihak untuk mencegah dan mengatasi ancaman tersebut.

Gubernur menjelaskan, hutan bagi masyarakat Papua bukan hanya sumber daya alam yang menyediakan kebutuhan hidup, melainkan juga bagian tak terpisahkan dari identitas sosial budaya, spiritualitas, pengetahuan, dan kearifan lokal, serta keberlangsungan hidup masyarakat adat.

“Jangan wariskan air mata untuk anak cucu kita, tapi wariskanlah mata air untuk mereka. Hijaukan bumi, birukan laut dan langit. Kita jaga alam, alam jaga kita,” ujar Mandacan.

Ia menyebut, Provinsi Papua Barat melalui Peraturan Daerah Khusus Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat telah melindungi minimal 70 persen ekosistem hutan dan 50 persen perairan sebagai bentuk komitmen bersama untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Gubernur menegaskan, kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian, sehingga membutuhkan dukungan masyarakat adat, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, dan media. Ia menilai tokoh agama dan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab iman dan moral.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga meminta dukungan IRI Indonesia untuk program pengembangan ekonomi masyarakat adat melalui ekonomi hijau berbasis potensi lokal, guna mendukung program Papua Barat Produktif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat adat dan kelestarian hutan.

Mandacan berharap rangkaian kegiatan ini menghasilkan gagasan, komitmen, dan langkah nyata yang dapat memperkuat perlindungan hutan di Papua Barat serta mewujudkan keadilan ekologis bagi seluruh kehidupan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat, bersama-sama kita luncurkan Chapter Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia di Papua Barat,” tutupnya. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses