Dinkes Manokwari Perpanjang BIAS hingga 30 September 2026

0
Alexander Takdare, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari. (foto: Gemelin/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari memutuskan memperpanjang masa pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) hingga 30 September 2026. Langkah ini diambil guna menjangkau peserta didik yang belum menerima imunisasi.

Kepala Dinkes Kabupaten Manokwari Alexander Takdare menyebut perpanjangan tenggat waktu yang semula dimulai sejak Agustus itu berfokus pada peningkatan cakupan sasaran imunisasi anak sekolah secara optimal.

“BIAS sudah berlangsung sejak Agustus dan kami perpanjang hingga September untuk mengejar target,” ujar Alexander.

Berdasarkan data terkini, capaian imunisasi untuk kelompok sasaran kelas I SD telah mencapai 69,9 persen. Sementara itu, untuk kelompok sasaran kelas V dan VI SD serta kelas IX SMP tercatat baru mencapai 59,8 persen.

“Cakupan untuk kelas satu secara keseluruhan di Kabupaten Manokwari sudah mencapai 69,9 persen. Sementara untuk kelas lima, enam, dan sembilan berada di angka 59,8 persen. Kami harap sisa waktu di bulan September ini bisa memaksimalkan persentase tersebut,” jelas Alexander.

Ia tidak menampik adanya kendala di lapangan, salah satunya penolakan dari sebagian orang tua murid. Menurutnya, Dinkes sejauh ini terus mengedepankan pola edukasi dan pendekatan persuasif mengenai pentingnya imunitas anak, tanpa unsur pemaksaan.

“Penolakan dari orang tua memang masih ada. Berbagai pendekatan dan sosialisasi sudah kami lakukan untuk memberi pemahaman, namun kami tetap menghargai keputusan mereka,” ungkap Alexander.

Selain program BIAS, Dinkes Manokwari juga tengah memacu capaian imunisasi rutin bagi balita usia 0-5 tahun. Pasalnya, realisasi imunisasi rutin saat ini baru berkisar 41 persen dari target nasional sebesar 90 persen.

Tingginya mobilitas penduduk serta kebiasaan berpindah tempat tinggal kerap menjadi hambatan bagi petugas kesehatan dalam menyisir sasaran balita secara konsisten.

“Imunisasi rutin baru 41 persen dari target 90 persen. Kami akan terus kejar hingga Desember mendatang melalui langkah sweeping atau penyisiran langsung ke permukiman warga agar seluruh anak terjangkau,” pungkas Alexander. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses