Pencarian Hari Pertama Penumpang KM Sabuk Nusantara yang Jatuh di Laut Kaimana Nihil

0
Tim SAR gabungan melakukan Operasi pencarian hari pertama terhadap Gilbert Saflambolo. (foto: Laurens/klikpapua)

KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Operasi pencarian hari pertama terhadap Gilbert Saflambolo (18), penumpang KM Sabuk Nusantara 75 yang diduga terjatuh ke laut di perairan Kaimana, Papua Barat, belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan yang terdiri atas Pos SAR Kaimana, Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), serta TNI Angkatan Laut (TNI AL) masih terus berupaya mencari keberadaan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Timika, melalui Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari, mengatakan tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian sejak siang hingga sore hari. Hingga operasi hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan.

“Informasi kejadian baru kami terima hari ini, 30 Juli 2026, pukul 11.40 WIT dari ayah korban. Setelah menerima laporan tersebut, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian,” ujar Silas melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh, korban merupakan penumpang KM Sabuk Nusantara 75 yang berlayar dari Pelabuhan Lobo, Distrik Kaimana, menuju Kabupaten Timika pada Senin, 27 Juli 2026. Korban dilaporkan hilang setelah rekannya, Blendi, menyadari Gilbert tidak lagi berada di atas kapal.

Silas menjelaskan, upaya pencarian sempat dilakukan pihak keluarga di atas kapal, namun belum membuahkan hasil. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga jatuh ke laut sekitar pukul 01.30 WIT. Atas dugaan tersebut, keluarga korban kemudian meminta bantuan kepada Pos SAR Kaimana untuk melakukan operasi pencarian.

“Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi kejadian. Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 400 PK, kendaraan operasional, alat komunikasi, telepon satelit, serta peralatan medis dan perlengkapan pendukung lainnya,” ujarnya.

“Meski telah dilakukan penyisiran terhadap sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat jatuhnya korban, hasil pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil,” tambahnya.

“Tim SAR gabungan berencana melakukan operasi pencarian pada hari kedua, dengan memperluas area pencarian berdasarkan perhitungan arus dan kondisi cuaca di lokasi kejadian,” tutur Silas. (lau)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses