ORANSBARI,KLIKPAPUA.com — Upaya mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah.
Salah satunya Kementerian Transmigrasi mewujudkan program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dengan kolaborasi mitra kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui inovasi penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid untuk sumber energi pada mesin pengering padi di Distrik Oransbari, Manokwari Selatan, Papua Barat.
Untuk meninjau kerja nyata TEP ITS, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara turut datang dan meninjau secara langsung kerja nyata Tim Ekspedisi Patriot ITS di kawasan transmigrasi Manokwari Selatan, Sabtu.
Kunjungan tersebut menjadi peristiwa untuk melihat secara langsung berbagai kerja nyata, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.
Dalam kesempatan itu, anggota tim memaparkan konsep penelitian yang tengah dikembangkan melalui X Banner kegiatan. Riset tersebut berfokus pada pemanfaatan potensi energi surya sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Pengembangan PLTS ini berawal dari kebutuhan akan sumber energi yang mandiri, berkelanjutan, dan sesuai dengan potensi lokal. TEP 14 ITS merancang sistem PLTS off-grid dengan target kapasitas 5 kWp yang akan digunakan untuk mendukung pengoperasian mesin pengering padi berkapasitas 2 ton. Pemanfaatan energi matahari diharapkan dapat menjadi salah satu solusi teknologi tepat guna yang mendukung proses pascapanen sekaligus memperkuat produktivitas petani.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai keberadaan TEP tidak hanya berperan dalam melakukan pemetaan dan riset, tetapi juga mulai diarahkan pada penerapan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Tim Ekspedisi Patriot ini melakukan riset dan pemetaan potensi ekonomi, tahun ini lebih daripada yaitu untuk melakukan aksi nyata. Transmigrasi bukan lagi sekadar memindahkan penduduk, tapi bagaimana mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan menuju ke kesejahteraan.” ungkapnya.
Sejalan dengan hal tersebut, sinergi Kementerian Transmigrasi dan TEP ITS diarahkan pada terwujudnya satu unit instalasi PLTS off-grid berkapasitas 5 kWp sebagai sumber energi mandiri bagi mesin pengering padi. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur energi, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat yang dapat mendukung aktivitas ekonomi petani secara berkelanjutan.
Saat ini, TEP 14 ITS masih berada pada tahap survei dan pemetaan titik lokasi penempatan PLTS serta mesin pengering padi di Distrik Oransbari. Tahap tersebut menjadi bagian penting dalam penelitian untuk memastikan lokasi instalasi sesuai dengan kebutuhan sistem, kondisi lingkungan, serta potensi pemanfaatan energi surya. Dengan pendekatan berbasis kondisi lapangan, rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan secara tepat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dari sisi keberlanjutan, program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 7, yakni Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pemanfaatan radiasi matahari sebagai sumber energi terbarukan yang dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bahan bakar fosil maupun jaringan listrik konvensional.
Selain itu, penerapan teknologi PLTS untuk mendukung keberlanjutan dan kemandirian pertanian yang sejalan dengan SDGs 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya dalam mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang lebih ramah lingkungan.
Lebih dari sekadar menghadirkan panel surya, langkah TEP 14 ITS di Oransbari membawa gagasan bahwa potensi energi lokal dapat diolah menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi, ITS, dan masyarakat setempat, riset ini diharapkan menjadi pijakan untuk menghadirkan sistem energi mandiri yang mendukung proses pascapanen, memperkuat produktivitas pertanian, serta membuka jalan menuju kesejahteraan petani di kawasan transmigrasi.(rls/red)