MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat menggelar kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Agama di Aula Al-Fatih Kantor MUI Papua Barat, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda, mengusung tema utama “Menyemai Kerukunan Lintas Agama” dengan sub tema “Merawat Kebinekaan: Peran Strategis Pemuda Dalam Menjaga Persatuan Bangsa”.
Tujuannya memperkuat komitmen kerukunan, merawat toleransi, serta mengokohkan kebersamaan antarumat beragama di Papua Barat — berlandaskan kebinekaan dan kearifan lokal.
Dialog ini juga dirancang mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama antar MUI Papua Barat dengan lembaga keagamaan lainnya.
Acara diisi pembacaan tilawah Al-Qur’an, penuturan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan lagu daerah Tanah Papua.
Dalam sambutannya, mewakili Ketua MUI Papua Barat, Hawa Hasan, berharap forum ini menjadi wadah nyata merawat toleransi di Tanah Papua.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk bersama-sama menjaga toleransi di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua Barat,” ujarnya.
Kegiatan dihadiri Organisasi Kepemudaan (OKP) lintas agama di Kabupaten Manokwari — Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Pemuda Lintas Agama.
Dipandu Ahmad Riyan Wardoyo sebagai moderator, hadir empat narasumber: Ustadz H. Baharuddin Sabola (Ketua MUI Manokwari), Pdt. Sadrak Simbiak (Ketua FKUB Papua Barat), Ida Bagus Putu Chandi (Penasehat PHDI Papua Barat), dan Eli Tunggadi (Perwakilan PERMABUDHI Papua Barat).
Diskusi berlangsung santai dan menarik, membahas hal-hal strategis. Dialog ini juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus bergerak bersama, mempererat persaudaraan lintas agama.
Sebagai wujud nyata sinergi, para peserta menggelar aksi ekoteologi — melepaskan 200 kg kepiting di kawasan hutan bakau sekitar Kota Manokwari, menjaga lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan.(rls/red)





















