Gubernur: Penutupan Tanpa Koordinasi Akan Kena Sanksi

0
Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Penutupan Bandara Deo Sorong mengakibatkan pengiriman Alat Pelindung Diri (APD) tertahan dan tidak tersalurkan.
Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan yang diminta tanggapan terkait penutupan Bandara Deo, Kamis ( 2/4/2020 ) di kantor Gubernur mengatakan, penutupan bandara tidak ada koordinasi dengan provinsi.  “Kita selalu anjurkan untuk koordinasi baik dari kabupaten/kota ke gubernur, gubernur dengan pemerintah pusat,“ ujar Gubernur Dominggus.
Dengan adanya penutupan, diharapkan tidak terjadi hal-hal yang urgen, karena apabila ada hal yang mendesak, maka akan kewalahan. “APD yang tertahan itu akan masuk ke Manokwari, hercules yang akan bawa drop ke Manokwari, silahkan mau ambil silahkan kalau tidak juga tidak apa-apa,” jelasnya.
APD yang tertahan itu dikasih ke provinsi, nantinya provinsi yang akan distribusi ke kabupaten/kota. “Syukur saat ini kita masih dalam batas wajar, tapi coba kalau pasien meningkat, maka kita akan kewalahan, sehingga mau tidak mau kita akan buka lapangan terbang, pesawat turun bawa APD itu tadi,” jelasnya.
“Jadi hal- hal di luar, biasanya kita harus lakukan koordinasi dulu, jika diizinkan kita lakukan, jika tidak yah mungkin ada disarankan itu salah satu kita batasi dari luar Papua dilarang masuk ke Papua sama halnya dari Papua dilarang keluar,” tambahnya.
Menurut Dominggus kewenangan lockdown ada pada pemerintah pusat. Tidak boleh kepala-kepala daerah mengambil sikap sendiri. “Jadi kalau kepala daerah mengambil keputusan untuk lockdown akan dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 6 tentang Karantinaan, jika kita melakukan lockdown tanpa koordinasi dengan pemerintah pusat itu sanksinya penjara 1 tahun atau bayar uang denda sebesar Rp 100 juta,” bebernya.
Dikatakan bahwa sanksi itu bukan dari gubernur yang berikan, tapi dari pusat. “Karena itu kewenangan pemerintah pusat, kita ini hanya mengimbau saja dan mengajak karena ada aturan di daerah kita dimana sampai hari ini kita masih bergantung pada Jakarta,“ pungkasnya.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.