Penipuan Online di Papua Barat Tembus Rp35 Miliar, Jual Beli Medsos Jadi Incaran

0
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com — Masyarakat di Tanah Papua kini menjadi sasaran empuk kejahatan finansial digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total kerugian akibat penipuan keuangan di Papua Barat mencapai Rp35,03 miliar dari 319 laporan yang masuk hingga akhir 2025.
Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengungkapkan bahwa tren penipuan di wilayah ini didominasi oleh modus jual beli online dan telepon palsu (fake call). Sementara itu, Provinsi Papua Barat Daya mencatat kerugian sebesar Rp8,17 miliar dari 197 laporan.
“Angka ini menjadi alarm bagi kita semua. Kerugian di tingkat lokal ini merupakan bagian dari fenomena nasional di mana investasi ilegal telah menelan kerugian Rp142,22 triliun sejak 2017,” ujar Budi Rahman dalam pertemuan di Manokwari, Minggu (8/3/2026).

‎Melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 2.617 entitas keuangan ilegal telah dihentikan operasinya.

‎Jumlah tersebut terdiri dari 2.263 pinjaman online ilegal dan 354 investasi ilegal. Selain itu, terdapat lebih dari 26 ribu pengaduan masyarakat terkait aktivitas keuangan ilegal.

‎Di wilayah Papua Barat, laporan penipuan keuangan juga tercatat cukup signifikan. Data menunjukkan terdapat 319 laporan dengan total kerugian mencapai sekitar Rp35,03 miliar.

‎Kasus terbanyak berasal dari penipuan transaksi jual beli online, disusul penipuan yang mengatasnamakan pihak lain (fake call), serta penipuan investasi.

‎Sementara itu di Papua Barat Daya tercatat 197 laporan penipuan dengan total kerugian sekitar Rp8,17 miliar.

‎OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan legalitas lembaga keuangan melalui situs resmi OJK sebelum melakukan investasi atau menggunakan layanan pinjaman online.

‎“Jika menemukan indikasi penipuan atau investasi ilegal, masyarakat dapat segera melapor melalui Kontak OJK 157 atau melalui sistem pelaporan yang telah disediakan,” tegasnya.(mel)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses