838 Orang di Papua Barat Meninggal Akibat AIDS, Terbanyak Usia Muda

0
130
Wabup Kaimana, Ismail Sirfefa menerima penghargaan dari KPA Provinsi Papua Barat atas peran aktif Pemda Kaimana dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS.

KAIMANA,KLIKPAPUA.COM- Sedikitnya 838 orang yang tersebar di 13 kabupaten/kota se-Papua Barat, meninggal akibat terserang virus HIV AIDS (Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome). Jumlah ini banyak ditemukan pada kelompok usia muda antara 20-29 tahun.

Hal ini didasarkan pada data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat yang disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap pada pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi KPA se-Provinsi Papua Barat di Grand Papua Hotel, Jumat (29/11/2019).

Ia menyebutkan, hingga bulan Juli Tahun 2019, jumlah pengidap HIV AIDS di Provinsi Papua Barat mencapai 7.234 orang, dengan rincian HIV sebanyak 5.705 dan AIDS sebanyak 1.405 kasus, serta yang meninggal sebanyak 838 orang. Jumlah kasus ini lanjutnya, secara geografis tersebar di hampir seluruh wilayah Provinsi Papua Barat, serta sudah banyak kasus yang ditemukan didalam kelompok masyarakat umum.

Kasus terbanyak lanjut Tiniap, juga ditemukan pada kelompok usia muda 20-29 tahun. Menurut dia, ini menunjukkan bahwa suatu saat usia kerja dan angkatan kerja mempunyai resiko dan menghadapi ancaman bila tidak ada usaha-usaha penanggulangan yang efektif dan terkoordinior secara baik.

Dikatakan, penyebaran HIV AIDS secara umum di Tanah Papua lebih cepat dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di indonesia. Pada tahun 1992, dilaporkan terdapat 6 orang dengan HIV AIDS, namun setahun kemudian, pada tahun 1993 dilaporkan telah menjadi lebih dari 8 kali lipat yaitu 49 orang dengan HIV dan 1 orang dengan AIDS.

Survei Terpadu HIV dan Perilaku (STHP) di Tanah Papua Tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik dan Depkes melaporkan bahwa di Provinsi Papua dan Papua Barat epidemi HIV cenderung telah memasuki populasi umum yakni telah menyebar ke 2,3% populasi masyarakat umum dewasa usia 15-49 tahun.

Hal ini lanjut Tiniap, menunjukkan tingkat penularan HIV di Tanah Papua lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Berbagai faktor sebutnya, telah mempengaruhi dan menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di Provinsi Papua Barat, antara lain; kekurang pahaman tentang masalah yang sangat kompleks dari HIV AIDS.

Untuk diketahui, Rakor KPA se-Papua Barat yang digelar di Kaimana, dengan tema Bersama Masyarakat Meraih Sukses’ ini, dibuka Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Otsus, Robert Rumbekwan, yang diawali ungkapan selamat datang dari Wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa selaku tuan rumah kegiatan. (iw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.