Agreement on Reciprocal Trade RI–AS Disorot, SMSI Dorong Regulasi Kedaulatan Digital Nasional

0

JAKARTA,KLIKPAPUA.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mendesak pemerintah segera merumuskan regulasi kedaulatan digital nasional. Desakan muncul setelah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pernyataan sikap itu disampaikan pada penutupan Rapimnas SMSI 2026 sekaligus HUT ke-9 SMSI di Millennium Hotel Sirih Jakarta, Jumat–Sabtu (6–7/3/2026).

Sikap organisasi dibacakan Ketua Tim Perumus Sihono HT di hadapan pimpinan pusat serta ketua SMSI provinsi se-Indonesia.

SMSI menilai perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat merupakan realitas geopolitik global yang harus dihadapi secara rasional dan strategis.

Organisasi perusahaan pers siber itu menilai posisi Indonesia saat ini masih berada dalam ekosistem digital global yang didominasi Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat peluang pembatalan atau renegosiasi perjanjian secara fundamental dinilai sangat terbatas.

SMSI menilai pendekatan konfrontatif bukan strategi realistis karena ekosistem digital Indonesia masih bergantung pada teknologi dan perusahaan global asal Amerika Serikat.

Meski demikian, SMSI menilai perjanjian yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus dijadikan momentum memperkuat kedaulatan digital nasional.

Indonesia dinilai tidak boleh selamanya menjadi pasar digital, melainkan harus membangun kekuatan infrastruktur teknologi serta perlindungan data nasional.

Berdasarkan masukan 35 ketua SMSI provinsi, organisasi tersebut menyampaikan tiga rekomendasi strategis kepada pemerintah.

Pertama, mendesak pemerintah bersama DPR merancang undang-undang komprehensif tentang kedaulatan digital nasional.

Kedua, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur teknologi digital nasional, termasuk pusat data, platform digital, dan ekosistem teknologi mandiri.

Ketiga, mengusulkan integrasi media layanan publik dalam satu platform digital nasional untuk memperkuat ekosistem pers Indonesia.

Ketua Umum SMSI, Firdaus mengatakan Rapimnas menjadi forum penting merumuskan langkah strategis organisasi menghadapi dinamika industri media digital.

“Rapimnas ini menjadi forum penting bagi SMSI untuk mengambil keputusan strategis serta menyatakan sikap organisasi terhadap ART,” kata Firdaus.

Lebih lanjut, Firdaus menambahkan, Rapimnas juga menjadi wadah merumuskan masa depan perusahaan pers startup yang berada di bawah naungan SMSI.(red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses