Dinas ESDM Papua Barat dan GGGI Gelar FGD Potensi Energi Terbarukan 

0
Forum Energi Daerah Provinsi Papua Barat, Kamis (14/3/2024).

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat bersama Global Green Growth Institute (GGGI), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Forum Energi Daerah Provinsi Papua Barat, Kamis (14/3/2024).

Hadir narasumber Bappeda Provinsi Papua Barat, BRIDA Provinsi Papua Barat, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Papua Barat , PT PLN Unit Induk Papua Barat, PT Pertamina Patra Niaga Region Papua Barat, PT Papua Doberai Mandiri, Bank Papua Kantor Cabang Manokwari, Fakultas Teknik UNIPA, Kamar dagang dan Industri, serta Dewan Energi Nasional (DEN).

Forum Energi Daerah ini diselenggarakan agar terbentuk wadah untuk mendapatkan informasi dari berbagai pemangku kepentingan terkait dengan potensi energi terbarukan di Provinsi Papua Barat. 

Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pihak yang terkait serta memberikan inovasi dalam pelaksanaan Rancangan Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Papua Barat.

Jacob Fonataba, Pj. Sekda Papua Barat membuka FGD ini sekaligus menyampaikan, harapan dari Focus Group Discussion (FGD) ini adalah adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya kolaborasi multisektoral dalam perencanaan dan implementasi inisiatif energi terbarukan, khususnya untuk implementasi RUED Papua Barat.

Tersedianya data terbaru mengenai potensi energi terbarukan di Provinsi Papua Barat, tersedianya informasi mengenai estimasi biaya pengembangan energi terbarukan, tersedianya informasi mengenai mekanisme pembiayaan energi terbarukan, serta terbentuknya komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten di Provinsi Papua Barat untuk pengembangan energi terbarukan.

Sementara itu, Asisten II Ekonomi Pembangunan Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan, Permasalahan utama yang dihadapi di wilayah Provinsi Papua Barat adalah akses terhadap energi, belum semua daerah dan masyarakat memperoleh energi seperti listrik dan bahan bakar minyak (BBM). 

Infrastruktur keenergian masih terbatas dan medan yang pegunungan menjadi tantangan penyediaan energi. Potensi energi setempat seperti gas, potensi air, mini hidro, tenaga surya, bayu, biomassa dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Papua Barat. 

Perda RUED Provinsi Papua Barat diharapkan dapat menjadi acuan bagi sistem pengelolaan energi daerah yang integral dalam mengatasi permasalahan dan tantangan menuju ketahanan dan kemandirian energi di Provinsi Papua Barat.

Pada kesempatan yang sama, Senior Officer-Renewable Energy GGGI Indonesia, Gitafajar Saptyani, juga menyampaikan, Tujuan penyelenggaraan forum ini adalah untuk mengkonsolidasikan temuan studi potensi sekaligus memutakhirkan data potensi energi terbarukan di Provinsi Papua Barat.

Mendapatkan informasi mengenai prospek dan perencanaan dari para pemangku kepentingan terkait energi terbarukan untuk pemenuhan/keamanan energi di Papua Barat, serta memperoleh informasi mengenai pengalaman terkait pendanaan dan pengembangan energi terbarukan sebagai pembelajaran atau best practice yang dapat diterapkan di Provinsi Papua Barat.

Berdasarkan berbagai proses penyusunan RUED provinsi Papua Barat, ditemukan beberapa hal dalam sektor energi yang patut menjadi perhatian yaitu belum semua masyarakat memperoleh energi karena keterbatasan akses terhadap energi, permasalahan lahan untuk infrastruktur energi dan dukungan infrastruktur penunjang sangat diperlukan. 

Potensi EBT yang sangat besar terutama air, mini hidro, surya dan bayu. Potensi gas yang merupakan bahan bakar transisi menuju energi bersih yang belum termanfaatkan secara maksimal terutama bagi masyarakat sekitar. (rls)



Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.