Pertumbuhan Kredit Bank Umum di Papua dan Papua Barat Melebihi Pertumbuhan Nasional

0
217
Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak selaku Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat . (Foto: klikpapua.com)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Berdasarkan data statistik yang dikelola oleh Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat diketahui bahwa per 31 Desember  2019  pertumbuhan  kredit  Bank  Umum  (yoy)  Papua  Barat sebesar 11,32%   dengan   penyaluran   kredit   sebesar   Rp13,28  T.
Demikian Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak selaku Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat saat melakukan jumpa pers di Cafe Illalang, Rabu (12/2/2020 ).
Adolf mengatakan pertumbuhan kredit di bank umum di Papua Barat lebih dari pertumbuhan kredit secara nasional yang hanya mencapai 6,08% (yoy).
Aset bank umum di Provinsi Papua yoy pada tahun 2019 mengalami peningkatan   menjadi   Rp26,16   T   atau   meningkat   sebesar 24,26%. “Pertumbuhan aset bank umum di Papua Barat juga lebih baik dari pertumbuhan bank umum secara nasional, ” ungkapnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) di Papua  Barat (yoy)  mengalami  peningkatan  menjadi  Rp18,84  T  atau tumbuh sebesar 26,89% dan jauh lebih baik dari pertumbuhan DPK secara Nasional yang tumbuh sebesar 6,54%.
Peningkatan Aset, DPK dan Penyaluran Kredit di Papua Barat juga ditopang oleh Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang terjaga di bawah 5%.
Lebih lanjut Adolf menyampaikan untuk realisasi  piutang  perusahaan  pembiayaan  di  Provinsi  Papua  Barat tercatat  mencapai  Rp867  miliar  per  Desember 2019  atau  meningkat sebesar 3,56% bila dibandingkan dengan tahun 2018 dengan NPF relatif kecil sebesar 2,18%.
Piutang Pembiayaan di Papua Barat sedikit di bawah pertumbuhan piutang Perusahaan Pembiayaan Nasional yaitu sebesar 3,66%.
“Sehingga kinerja  pasar   modal   di   tanah   Papua   Barat   juga   menunjukkan perkembangan yang sangat positif sepanjang semester I 2019 dengan peningkatan jumlah investor sebesar 62,47% atau terdapat 1.234 investor baru dengan total kepemilikan saham sebesar Rp82,85 Miliar,” tuturnya.
Adolf menerangkan mengenai penyaluran  pinjaman  melalui  Fintech  Peer  to  Peer  Lending (Pinjaman Online)  di  Papua  Barat  pada  tahun 2019  sebesar  Rp46,67  miliar, meningkat   sekitar 482,05 %   dengan   akumulasi   jumlah   rekening peminjam/borrower   sebesar 11.952   rekening (meningkat   sebesar 463,51%).
Selain itu, terdapat 608 rekening milik masyarakat Papua Barat yang digunakan sebagai Lender (pemberi  pinjaman) pada Fintech Peer to Peer Lending.
Diharapkan kepada seluruh masyarakat Papua Barat untuk lebih teliti bila ingin   melakukan   peminjaman   melalui   pinjaman   online   dengan memastikan legalitas pinjaman online dimaksud dapat melakukan pengecekkan melalui website ojk.go.id atau dapat melalui Kontak OJK 157, harapnya. (aa/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.