Petani Pegaf Kesulitan Pasarkan Hasil Pertanian

0
1173

PEGAF,KLIKPAPUA.COM– Hampir seluruh penduduk di Jabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) merupakan masyarakat yang berprofesi sebagai petani.

Warga di 10 distrik dan 166 kampung mengandalkan hasil bumi untuk membiayai kebutuhan hidup mereka.
Hasil bumi dari sektor pertanian merupakan salah satu potensi daerah. Sektor pertanian disebut-aebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pegaf yang masih diketahui menjadi kabupaten dengan tingkat kemiskinan paling tinggi di Papua Barat (data BPS Manokwari). Namun sampai saat ini, potensi tersebut belum dimaksimalkan oleh pemerintah daerah setempat.

Banyak kendala yang dihadapi oleh pemerintah setempat dalam memaksimalkan potensi ini. Seperti keterisolasian daerah yang mengakibatkan susahnya akses pemasaran, dan juga tidak stabilnya produksi dari petani mengakibatkan pemerintah sulit untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahan besar.
Masyarakat pun mengeluh mahalnya biaya untuk memasarkan hasil bumi ke kabupaten tetangga maupun ke ibukota provinsi yang menjadi sasaran utama penjualan mereka. Kondisi ruas jalan utama menuju negeri atas awan Papua (Pegaf-Manokwari dan Pegaf-Mansel) seolah menjadi dinding penghalang yang tidak pernah terpecahkan.

Seperti yang diungkapkan oleh Moron Meiser Mandacan, salah satu warga Jampung Igmbai, Distrik Anggi. Mahalnya biaya pemasaran (sewa kendaraan) membuat mereka gigit jari. Ia menyebutkan ongkos sewa kendaraan (mobil) mencapai Rp 1,5 juta untuk wilayah Distrik Anggi.

“Kalau kami di Anggi ongkos Rp.1,5 juta, lain lagi kalau di Distrik Testega dan Didohu ongkos kendaraan di sana Rp.3 juta,” ungkapnya.

Mahalnya biaya pemasaran (ongkos kendaraan) sering kali membuat para petani merugi. “Kalau harga sayur di pasar murah kami petani pasti rugi karena ongkos sangat mahal,” ungkapnya.
Ia pun mengharapkan pembangunan ruas jalan menuju Kabupaten Pegaf ini dapat diselesaikan dengan cepat.

“Kita warga berharap jalan menuju ibukota kabupaten (dlDistrik Anggi) dapat diselesaikan dengan cepat, agar memudahkan kami memasarkan sayur-sayuran,” harapnya.

Untuk diketahui saat ini pembangunan jalan utama menuju Distrik Anggi yang merupakan ibukota kabupaten, sudah diambil alih oleh Provinsi Papua Barat. Rencananya pembangunan jalan Manokwari-Pegaf dan Mansel-Pegaf akan rampung pada tahun 2022 atau pembangunan masih akan dilakukan dalam tiga tahun mendatang. Sementara itu jalan yang menghubungkan distrik dan kampung masih menjadi tanggung jawab pemerintah setempat.

Jika mengacu pada pembangunan jalan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Papua barat, itu artinya masyarakat Kabupaten Pegaf masih akan menunggu tiga tahun agar dapat memasarkan hasil pertaniannya dengan mudah. (rsl/bm)

SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.