Guru Malas di Pegaf Bakal Kena Sanksi

0
520
KLIKPAPUA.COM,PEGAF– Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Dominggus Saiba mengatakan, pihaknya tak akan segan memberikan sanksi bagi guru  malas di daerah tersebut.
Saat ditemui di Distrik Anggi,  Dominggus mengaku, pihaknya selama ini kecolongan dalam hal pengawasan kinerja guru di setiap sekolah. Untuk mengawasi 57 sekolah dasar dan 14 sekolah menengah pertama di daerah tersebut, pihaknya membutuhkan tenaga yang sangat ekstra. Pasalnya medan berat dan jarak antara sekolah di 10 distrik yang sangat jauh, sehingga  pengawasan di sekolah-sekolah tidak maksimal.
Menurutnya, kinerja para guru saat ini menjadi sorotan utama Disdik Pegaf, setelah pihaknya beberapa kali mendapatkan laporan dari warga akan banyaknya sekolah yang tak melangsungkan proses belajar mengajar dalam waktu yang lama, akibat dari guru yang tidak bertugas dengan baik.
Dominggus menyebutkan, peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut sejalan dengan visi/misi  Bupati Pegaf Yosias Saroy, SH.MH dan Wakil Bupati Pegaf Marinus Mandacan, S.Ip, saat terpilih lalu. Namun dalam perjalanannya, visi/misi bupati/wakil  tidak dapat ditindaklanjuti oleh para guru di sekolah.
“Kinerja para guru akan menjadi sorotan utama bagi kami Disdik Pegaf tahun ajaran 2019/2020 dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Kami tentu tidak main-main dalam menyikapi berbagai persoalan yang ada, khususnya guru yang malas,”tegas Dominggus.
Dominggus mengatakan, sanksi yang akan diberikan oleh Disdik khususnya bagi para oknum guru yang masih berstatus honor daerah (honda) berupa penahanan gaji atau yang lebih berat diberhentikan.
Sementara yang sudah PNS akan melaporkan hal tersebut kepada  BKD maupun BKN.
“Gaji ditahan atau kami berhentikan itu sanksi yang kami siapkan untuk guru honor, sementara yang sudah PNS kami laporkan kepada instansi yang menangani,”ungkapnya.
Dia menambahkan, kepala sekolah diharapkan dapat bertindak tegas, jika ada oknum guru yang nakal segera di tegur dan dilaporkan kepada dinas pendidikan pegaf untuk diberikan sanksi. “Jangan sampai kepala sekolah yang lebih parah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dominggus mengungkapkan sampai saat ini, pihaknya masih kekurangan ratusan tenaga pengajar.  “Pegaf masih membutuhkan ratusan guru yang mengajar di 71 sekolah di sini,” pungkasnya. (rsl/bsm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.