MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) resmi menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) angkatan pertama, Selasa (11/8/2026), di GOR Sanggeng, Manokwari.
Penutupan ditandai dengan pelepasan name tag, penyematan almamater, dan tabur sagu oleh Rektor IHTP Dr. Filep Wamafma.
Rangkaian penutupan turut dimeriahkan panggung hiburan yang menghadirkan sejumlah grup musik lokal, yakni Vendetta Rap, Rocka March, Qiina X Owl Gank, Ambi Napi Bocor, dan Not Empty.
Penampilan mereka berhasil menghibur mahasiswa baru dan civitas akademika IHTP yang hadir.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Suriel Semuel Mofu, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kuliah di IHTP dijamin oleh negara karena seluruh program studi di kampus tersebut telah terakreditasi.
“Kualitas lulusan perguruan tinggi ini dijamin oleh negara, karena ijazah kalian memiliki identitas ijazah nasional. Gelar akademik yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi ini juga legal dan sah,” ujarnya.
Ia menambahkan, nama besar sebuah perguruan tinggi tidak menjamin kualitas lulusannya, tetapi sebaliknya, kualitas lulusanlah yang akan membawa nama besar perguruan tinggi tersebut.
Sementara itu, Rektor IHTP Filep Wamafma menyampaikan bahwa sebanyak 776 mahasiswa baru telah dinyatakan lulus dan resmi bergabung menjadi bagian dari keluarga besar IHTP.
Filep mengungkapkan, di tengah kondisi krisis ekonomi dan politik global yang turut berdampak pada perekonomian dalam negeri, seperti meningkatnya angka pengangguran, terbatasnya lapangan kerja, serta efisiensi anggaran ke daerah, IHTP berupaya menghadirkan pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat.
“Biaya SPP di IHTP tergolong paling murah dan bisa dicicil dua kali pembayaran. Padahal, di luar sana ada yang biaya kuliahnya mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta per semester, bahkan pendidikan setingkat SMA ada yang mencapai Rp200 juta per bulan,” katanya.
Ia mengatakan, tingginya biaya pendidikan yang tidak diimbangi kondisi ekonomi daerah turut berdampak pada persoalan akses pendidikan masyarakat.
Filep berpesan kepada 776 mahasiswa baru untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan yang ada guna meraih gelar sarjana dalam tiga setengah tahun ke depan, meski berbagai tantangan akan dihadapi selama masa perkuliahan.
“Hindari pergaulan bebas, alkohol, narkoba, dan seks bebas karena hal-hal tersebut dapat memutus masa depan kalian,” tegasnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan mahasiswa baru bahwa kesuksesan di masa depan akan diraih apabila mereka tekun belajar, aktif dalam kegiatan pendidikan, memanfaatkan seluruh potensi diri, serta menikmati kehidupan kampus dengan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. (dra)





















