MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Anggota Tim Pemenangan Yosias Saroy, Yan Waroy, membantah isu yang menyebutnya menentukan komposisi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026–2030.
Yan menegaskan, penyusunan nama-nama pengurus merupakan kewenangan penuh badan formatur yang dibentuk dan disahkan melalui Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub), bukan atas intervensi pribadinya.
Ia menyayangkan beredarnya informasi tersebut karena menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat dan membuatnya menerima intimidasi dari sejumlah pihak.
“Informasi yang beredar bahwa saya menentukan nama-nama dalam kepengurusan KONI itu tidak benar. Saya tidak masuk badan formatur dan tidak punya kewenangan menentukan pengurusnya,” kata Yan, Sabtu (26/9/2026).
Ia menjelaskan, pembentukan badan formatur diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI. Badan inilah yang memegang mandat menyusun struktur kepengurusan.
Menurut Yan, komitmen membentuk formatur yang melibatkan cabang olahraga (cabor) pemilik hak suara sudah disampaikan Yosias Saroy sejak konsolidasi sekitar dua bulan lalu, sebelum ia terpilih definitif sebagai Ketua Umum KONI Papua Barat.
Perwakilan cabor pendukung Yosias kemudian duduk bersama merumuskan keterwakilan yang adil dalam struktur organisasi.
“Jadi, struktur kepengurusan murni hasil pembahasan tim formatur, bukan keputusan saya,” ujarnya.
Yan menambahkan, penyusunan pengurus kali ini menerapkan prinsip efisiensi dan perampingan struktur agar lebih produktif dibanding periode sebelumnya.
Konsekuensinya, tidak semua pihak dapat diakomodasi, meski keterwakilan cabor tetap diprioritaskan demi kemajuan prestasi olahraga Papua Barat.
“Semua tanggung jawab badan formatur yang bekerja sesuai mekanisme KONI. Saya membantah keras isu intervensi ini dan meminta publik tidak menelan mentah-mentah informasi yang tidak benar,” pungkasnya. (mel)




















