Tim Inafis Selidiki Kebakaran Pasar Wosi, Penyebab dan Asal Api

0
45
Kabag Ops Polres Manokwari, Kompol Junaidy A. Weken, S.I.K.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Kapolres Manokwari perintahkan tim identifikasi agar segera melakukan olah TKP kebakaran Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, yang telah menghanguskan ratusan kios dan lapak.
“Namun kita menunggu situasi di TKP tenang ataupun api ini sudah benar-benar tidak ada, agar selanjutnya segera dapat dilakukan olah TKP yang nantinya juga akan diback up oleh tim identifikasi Polda Papua Barat,” ujar Kabag Ops Polres Manokwari, Kompol Junaidy A. Weken, S.I.K sesuai rilis yang diterima klikpapua.com.
Dari hasil pantauan, terlihat kejadian kebakaran di Pasar Wosi sangat parah, namun untuk awal mula titik api, menurutnya, masih dalam proses pendalaman. Diharapkan saat olah TKP oleh tim Inafsis dapat menemukan penyebab atau mulai dari peristiwa kebakaran.
Saat peristiwa kebakaran, pesonel Polres Manokwari turut membantu serta mengamankan areal Pasar Wosi. Peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 03.15, dan hingga pukul 08.00 WIT masih terlihat ada titik api. “Kami dari Polres Manokwari dibantu personel Sat Brimob, personel Direktorat Samapta Polda Papua Barat serta masyarakat bersama-sama saling membantu untuk memadamkan api di sekitar TKP, dalam upaya memadamkan api ini juga kami dari kepolisian menurunkan dua unit kendaraan Water Canon guna membantu memadamkan kobaran api,” ujarnya.
Lanjut Kabag Ops, selaku pihak keamanan pihaknya telah berupaya memaksimalkan membantu masyarakat untuk mengamankan barang-barangnya dan mengimbau sekaligus mengantisipasi terjadinya penjarahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Disamping itu juga melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pihak instansi terkait dalam hal ini pemda agar cepat dalam menanggani kejadian atau peristiwa kebakaran. “Karena kita ketahui bersama sering terjadinya peristiwa kebakaran,” ujarnya. (rls/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.