Sulitnya Mendapatkan Dokter Ahli Paru, Gubernur Dominggus Setuju Honor Dinaikkan Rp 70 Juta

0
306
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Pemerintah Provinsi Papua Barat khususnya di Kabupaten Manokwari hingga saat ini belum memiliki dokter ahli paru dan beberapa dokter ahli lainnya. Pendaftaran sudah dibuka, namun hingga saat ini belum ada satu dokter pun dari luar Papua Barat yang mendaftar.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat ditemui di lobi kantor Gubernur di Arfai, Kamis (18/6/2020), mengatakan pengumuman penerimaan tenaga dokter sudah dilakukan dengan honor sebesar Rp 50 juta, namun belum ada 1 dokter spesialis yang mendaftar. “Mungkin Rp 50 juta itu kurang, dengan situasi seperti ini kita mengerti tenaga dokter pasti sangat dibutuhkan di semua tempat, sehingga kami ada kebijakan menaikkan menjadi Rp 70 juta,” ungkap Dominggus.
Menurut Dominggus dengan kisaran honor  Rp 70 juta tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat harus konsultasika n bersama Kejaksaan dan BPKP. “Yang wajar itu seperti apa, baru akan kita tetapkan kembali, jangan kita asal tetapkan honornya sekian-sekian, malah nanti akan melangkahi aturan yang berujung kita semua akan berurusan dengan hukum, “ tegasnya.
Sementara Kepala Inspektorat Provinsi Papua Barat, Sugiyono menyampaikan di dalam pertemuan kemarin dipertanyakan kenapa tidak ada dokter yang berminat mendaftar di Papua Barat.
Setelah pertemuan pihakanya bertemu Gubernur  untuk melaporkan tenaga dokter yang honornya cuma Rp 50 juta, Gubernur  sendiri setuju untuk dinaikkan Rp 70 juta. “Namun untuk 70 juta itu kita lakukan koordinasi lagi dengan pihak Kejaksaan dan BPKP, supaya jangan jadi masalah kedepannya. Untuk standar yang diberikan dari Menteri Kesehatan hanya Rp 50 juta, ternyata dengan honor begitu tidak ada yang berminat untuk mendaftar, kita maklumi dengan kondisi saat ini,” kata Sugiyono.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.