Pemkab Manokwari Salurkan Bantuan TEKAD Rp2,2 Miliar untuk 22 Kelompok Usaha Kampung

0
Wakil Bupati Manokwari H. Mugiyono secara simbolis menyerahkan bantuan TEKAD kepada kelompok usaha. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) terus menggenjot penguatan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Melalui program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT), dana miliaran rupiah siap disalurkan kepada puluhan kelompok usaha dan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

Kepala DPMK Kabupaten Manokwari Aswandi mengatakan proposal yang diusulkan ke Kemendes PDT telah disetujui.

Total anggaran senilai Rp2,2 miliar dialokasikan untuk 22 kelompok masyarakat, sementara Rp1,05 miliar dialokasikan untuk tiga BUMK di tiga distrik prioritas, yakni Manokwari Utara, Masni, dan Prafi.

“Proses transfer dana bantuan langsung masuk ke rekening masing-masing penerima dan siap disalurkan dalam waktu dekat. Untuk 22 kelompok usaha, masing-masing menerima Rp100 juta guna pembuatan demplot percontohan,” kata Aswandi.

Adapun tiga BUMK penerima masing-masing mengantongi dana penguatan modal senilai Rp350 juta, salah satunya untuk pengadaan alat modernisasi pertanian.

“Di SP 1 Prafi Mulya, melalui BUMK Baju Bersama, dana tersebut digunakan untuk pembelian mesin tanam. Sementara di BUMK SP 2, dana difokuskan pada penyediaan pupuk hortikultura. Di SP 8, pengembangan ternak ayam petelur yang digagas sejak tahun lalu kini sudah berproduksi,” jelasnya.

Aswandi menerangkan bahwa pemanfaatan bantuan disesuaikan dengan keunggulan komoditas lokal di masing-masing distrik.

Distrik Manokwari Utara diprioritaskan untuk pengembangan budi daya kakao, Distrik Masni difokuskan pada sektor peternakan ayam petelur, sedangkan Distrik Prafi diarahkan untuk penguatan UMKM, tanaman hortikultura, serta kelompok tani sayuran.

DPMK Manokwari juga menegaskan bakal memperketat sistem pengawasan di lapangan.

“Uang ini adalah modal awal. Kami menugaskan tim pendamping untuk melakukan pengawasan ketat dan menyeluruh agar pemanfaatan anggaran benar-benar tepat sasaran sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Harapan kita, petani tidak lagi hanya menjual barang mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi,” tegas Aswandi.

Menanggapi penyaluran bantuan tersebut, Wakil Bupati Manokwari Mugiyono menyampaikan apresiasi kepada Kemendes PDT atas komitmen keberlanjutan program TEKAD di Kabupaten Manokwari.

“Program TEKAD ini sangat menyentuh masyarakat kampung karena menyelaraskan bantuan anggaran dengan potensi riil daerah masing-masing,” ujar Mugiyono.

Mugiyono merinci, dari total 22 kelompok penerima bantuan, sebarannya mencakup 10 kelompok di Distrik Manokwari Utara, 6 kelompok di Distrik Masni, dan 6 kelompok di Distrik Prafi.

Sektor pengembangan kakao menjadi mata usaha yang paling mendominasi karena kondisi tanah Manokwari dinilai sangat cocok untuk komoditas tersebut.

Meski demikian, Wakil Bupati mengingatkan seluruh kelompok penerima dan pengurus BUMK agar tertib administrasi serta menjaga akuntabilitas penggunaan keuangan negara.

“Setiap rupiah dari bantuan ini harus ada laporan pertanggungjawabannya. Jangan sampai setelah terima uang, laporannya tidak ada. Laporan yang baik dan transparansi kegiatan akan menjadi penilaian penting dari kementerian untuk kembali mengucurkan bantuan program pada tahun-tahun mendatang,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara Tim Koordinasi TEKAD, fasilitator, pendamping, hingga kader kampung dapat terus terjalin harmonis demi mewujudkan kemandirian dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat kampung secara berkelanjutan. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses