
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pembangunan fisik Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan Kodim 1801/Manokwari menunjukkan progres signifikan. Dari total 173 desa yang diproyeksikan memiliki koperasi, sebanyak 60 titik saat ini dalam tahap pengerjaan.
Berdasarkan data terbaru, dua unit koperasi di wilayah SP 2 dan SP 7 telah rampung 100 persen. Sementara sejumlah titik lainnya telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen.
Dandim 1801/Manokwari, Letkol David Sutrisno Sirait, mengatakan pemerintah menargetkan setiap desa memiliki satu unit Koperasi Merah Putih.
Namun, realisasi pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya serta kondisi geografis.
“Dari total desa yang sudah memiliki kepengurusan, saat ini baru 60 titik yang masuk tahap pengerjaan fisik oleh Kodim. Kami terus berupaya mempercepat agar target pemerataan ekonomi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat segera terwujud,” ujar Letkol David di Manokwari, Selasa (24/2/2026).
Pemerintah, lanjutnya, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar per unit untuk pembangunan konstruksi. Meski demikian, proses pembangunan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan.
“Tantangan yang kami hadapi antara lain ketersediaan lahan, akses lokasi yang sulit dijangkau untuk mobilisasi alat dan bahan, ketersediaan material bangunan, hingga tenaga kerja,” jelasnya.
Dalam program tersebut, TNI bertindak sebagai pelaksana pembangunan fisik. Setelah konstruksi selesai, bangunan akan diserahkan kepada masyarakat dan pengurus koperasi desa untuk dikelola.
“Tugas kami adalah percepatan pembangunan fisik. Untuk operasional selanjutnya, masyarakat akan didampingi oleh Kementerian Koperasi dan PT Agrinas,” katanya.
Program Koperasi Merah Putih dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan fisik dapat diselesaikan dan dilaporkan secara nasional pada 17 Agustus mendatang.
Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut diproyeksikan menjadi titik awal peresmian ribuan Koperasi Merah Putih sebagai simbol penguatan kemandirian ekonomi desa.
“Walaupun tantangan di lapangan cukup besar, kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan secara maksimal sesuai anggaran dan kemampuan yang ada di Manokwari,” pungkas Letkol David. (mel)




















