Tambah Tiga Blok Baru, bp Perkuat Posisi di Migas Indonesia, Dua di Bintuni dan Drawa Dekat Tangguh LNG

0
(Map) bp Company Profile - 2026
JAKARTA,KLIKPAPUA.com – bp dan para mitranya resmi menandatangani tiga Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) baru di Indonesia, memperluas jejak dan peran perusahaan dalam industri minyak dan gas bumi nasional. Dengan penambahan ini, total partisipasi bp kini mencakup 11 blok migas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dari tiga perjanjian yang ditandatangani, dua di antaranya adalah blok eksplorasi Bintuni dan Drawa. Kedua blok ini berlokasi strategis di wilayah Papua Barat, berdekatan dengan fasilitas Tangguh LNG yang telah dioperasikan bp selama ini. Kedekatan geografis ini dinilai sangat menguntungkan, karena berpotensi memangkas waktu serta biaya pengembangan apabila hasil eksplorasi terbukti positif dan layak dikembangkan.
Sementara itu, satu blok lainnya adalah Blok Barong yang berada di lepas pantai Jawa Timur, dengan INPEX CORPORATION sebagai operator utama.
Penandatanganan perjanjian ini merupakan bagian dari rangkaian Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dokumen resmi ditandatangani hari ini oleh perwakilan bp dan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh SKK Migas, serta berlangsung sakral di hadapan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition 2026.
William Lin, Wakil Presiden Eksekutif Gas & Energi Rendah Karbon bp, menyambut baik pencapaian ini sebagai bukti nyata komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Indonesia.
“Perjanjian ini mencerminkan keseriusan bp untuk terus berinvestasi, mendukung ketahanan energi nasional, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami telah memiliki aset kelas dunia di sini, salah satunya Tangguh LNG. Keunggulan utama dari dua blok baru di Papua ini adalah lokasinya yang dekat dengan fasilitas kami yang sudah berjalan. Jika eksplorasi nanti berhasil, infrastruktur yang ada akan sangat mendukung percepatan pengembangan dan produksi sumber daya di masa mendatang,” ungkap William Lin.
Ia juga menambahkan momen istimewa tahun ini, yakni genap 60 tahun kehadiran bp mengabdi dan beroperasi di Indonesia.
“Selama enam dekade, tim kami terus berdedikasi dengan fokus utama pada keselamatan dan kinerja operasional yang andal. Kami berharap dapat terus bekerja sama erat dengan pemerintah dan seluruh mitra strategis, guna mendukung ketahanan energi sekaligus mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia ke depan,” tambahnya.
Dalam pengelolaan blok Bintuni dan Drawa, bp bekerja sama dengan konsorsium mitra yang terdiri dari CNOOC Southeast Asia Limited, MI Berau B.V. — perusahaan patungan antara INPEX CORPORATION dan Mitsubishi Corporation — serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi, Inc., yang merupakan bagian dari LNG Japan Corporation.
Sedangkan untuk Blok Barong di Jawa Timur, struktur kepemilikan diatur di mana INPEX CORPORATION bertindak sebagai operator dengan saham 51%, sementara bp berperan sebagai mitra pemegang 49% saham.
Langkah ekspansi ini semakin menegaskan posisi bp sebagai salah satu pemain kunci dalam industri hulu migas Indonesia, sekaligus memperkuat peran strategis wilayah Papua Barat sebagai salah satu pusat produksi gas alam terbesar di tanah air.(rls/red)

Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses