dr.Arnold Benarkan Kadis Kesehatan Pegaf Tutup Usia Karena Covid-19

0
920
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM- Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap membenarkan, pasien positif Covid-19 yang meninggal merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Tadi sekitar jam 11.00 WIT saya dihubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat meminta supaya memprioritaskan spesimen yang dikirim oleh tenaga medis dari RSAL untuk melakukan pemeriksaan swab teman sejawat kita Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegaf,” ungkap dr.Arnold saat ditemui di Rumah Sakit dr.Azhar Zahir RSAL Manokwari, Kamis sore (2/7/2020).
Dijelaskan, bahwa sebelum meninggal, sudah diminta persetujuan dari keluarga untuk diambil swab. “Karena informasi yang bersangkutan sudah dirawat 3 hari dengan keluhan-keluhan yang berhubungan dengan saluran pernapasan,” jelasnya.
Kemudian informasi yang diperoleh sudah dilakukan pemeriksaan rontgen foto dada dan dokter yang merawat menyimpulkan bahwa ini bisa mengarah kepada Covid-19. “Tetapi saat itu kita tidak bisa menyatakan positif dengan pemeriksaan kontrol, maka untuk memastikannya harus pemeriksaan sampel swab,” ungkap dr Arnold.
Dikatakan dr.Arnold, jika sampai meninggal tidak diketahui status penyakit yang sebenarnya maka keluarga akan memperlakukan jenazah tidak sesuai prosedur dan akan sangat berbahaya bagi banyak orang, terutama keluarga.
Menurut Arnold, pengambilan swab dilakukan sekitar pukul 10.00 WIT saat kondisi almarhum sudah kritis. Sedangkan almarhum meninggal dunia pada pukul 10.50 WIT. Sampel swab tersebut kemudian di bawa ke Rumah Sakit Provinsi papua Barat untuk diperiksa dan hasilnya keluar pukul 13.00 WIT.  “Hasil itu positif dan saya sendiri yang bawa sampai di RSAL sekitar 13.30 siang. Dan kita juga sudah menunjukan hasil pemeriksaan kepada keluarga almarhum,” ungkapnya.
 dr.Arnold lanjut menjelaskan, hasilnya swapnya cepat keluar karena hanya 1 spesimen yang diprioritaskan. Sejak awal dokter yang menangani sudah meminta untuk dilakukan pemeriksaan swab, tetapi keluarga belum siap. “Nanti setelah kondisi almarhum kritis dan dokter sekali lagi meminta persetujuan dari keluarga untuk pemeriksaan dan keluarga menyetujui. Karena tidak etis jika pengambilan sampel swab saat pasien sudah meninggal,” ungkapnya.
dr. Arnold menegaskan bahwa hasilnya benar terkonfirmasi positif. Selain diberikan kepada keluarga, hasil swab juga sudah diserahkan ke Kabag Humas Pemda Pegaf untuk dilaporkan secara resmi kepada bupati. (aa/bm)
Editor: BUSTAM
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.