STIH Manokwari Yudisium 220 Lulusan Sarjana Hukum Angkatan ke-41

0
Yudisium Kelulusan Program Sarjana STIH Manokwari angkatan ke-41 tahun 2025 di kampus STIH Sanggeng. (foto: Elyas/klikpapua)

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menggelar yudisium kelulusan program sarjana angkatan ke-41 Tahun 2025 di Kampus STIH Sanggeng, Sabtu (7/3/2026).

Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, mengatakan sebanyak 220 mahasiswa dinyatakan lulus pada yudisium tahun ini.

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen merupakan penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

“Sebanyak 220 mahasiswa mengikuti yudisium tahun ini dan hampir 70 persen di antaranya merupakan penerima beasiswa PIP. Mereka akan mengikuti prosesi wisuda pada 27 Maret mendatang,” ujar Filep.

Ia mengaku bangga dengan capaian para lulusan tahun ini. Menurutnya, para mahasiswa menunjukkan keaktifan yang tinggi saat menjalani ujian skripsi.

“Saya bangga karena pada ujian skripsi mereka sangat aktif. Saya percaya lulusan STIH Manokwari mampu bersaing di dunia hukum,” katanya.

Filep mengingatkan para lulusan agar tidak cepat berpuas diri atas gelar sarjana hukum yang telah diraih, melainkan menjadikannya sebagai modal awal untuk terus belajar dan mengembangkan pengalaman.

“Jangan terlalu bangga dengan apa yang diraih hari ini. Jadikan ini sebagai modal untuk berjuang, karena menjadi sarjana hukum bukanlah akhir, tetapi awal untuk mengisi diri dengan berbagai pengalaman,” ujarnya.

Menurutnya, ilmu hukum tidak hanya diukur dari teori semata, tetapi juga dari implementasi di tengah masyarakat.

“Hukum itu diukur dari implementasinya, bukan hanya teoritis. Selama kuliah di STIH Manokwari, mahasiswa telah dibekali pengetahuan yang cukup untuk mampu bersaing dengan sarjana hukum lainnya di Indonesia,” katanya.

Filep juga menyampaikan bahwa lulusan angkatan ke-41 ini menjadi angkatan terakhir yang akan diwisuda dengan status STIH.

Pasalnya, mulai tahun depan STIH Manokwari akan berubah status menjadi institut.

Ia berharap para lulusan dapat menjaga nama baik almamater serta tetap memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kampus.

“Jangan setelah menjadi sarjana hukum kemudian melupakan almamater. Alumni harus memiliki rasa cinta, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap STIH Manokwari,” ujarnya.

Filep juga mendorong para lulusan untuk menjadi pribadi yang memiliki jiwa sosial serta memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat.

“Jadilah orang-orang yang memiliki jiwa sosial dan gunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk membantu sesama,” katanya. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses