JAKARTA,KLIKPAPUA.com – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan vokasi di Indonesia melalui berbagai program peningkatan kompetensi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Jum’at (14/8/2026)
Pada tahun 2026, perusahaan menargetkan memberikan pelatihan kemampuan teknis dan nonteknis kepada 1.500 siswa SMK di berbagai daerah di Indonesia.
Hingga saat ini, sebanyak 981 siswa dari 63 SMK yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua telah mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan TBIG. Pada Agustus 2026, TBIG kembali menggelar pelatihan keterampilan perawatan infrastruktur telekomunikasi bagi 60 siswa dari 16 SMK di wilayah Jabodetabek.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut membekali peserta dengan berbagai materi terapan yang digunakan dalam industri telekomunikasi, antara lain keselamatan dan kesehatan kerja (K3), bekerja di ketinggian (working at height), serta pemeliharaan fasilitas infrastruktur telekomunikasi.
Untuk pelaksanaan program ini, TBIG bekerja sama dengan mitra industri guna memberikan pelatihan sekaligus sertifikasi kepada para peserta yang berasal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan bahwa program ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya yang berfokus pada perawatan fasilitas infrastruktur telekomunikasi. Menurutnya, hingga saat ini lebih dari 481 siswa di wilayah Jabodetabek telah menerima pelatihan serupa.
“Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya yang terfokus kepada perawatan fasilitas infrastruktur telekomunikasi. Saat ini kami sudah memberikan pelatihan bagi siswa lebih dari 481 orang di Jabodetabek,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa materi yang diberikan merupakan materi yang telah diterapkan langsung di dunia kerja sehingga dapat memperkaya wawasan dan keterampilan peserta. Program ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia industri dan dunia pendidikan dalam mempersiapkan lulusan SMK yang siap bersaing di dunia kerja.
“Kolaborasi seperti ini dapat meningkatkan kompetensi lulusan SMK. Lewat pelatihan ini siswa memperoleh pengalaman praktis serta pemahaman mengenai standar keselamatan dan kompetensi yang dibutuhkan di industri telekomunikasi,” kata Lie Si An.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Jau Harul Fuadil Habib, siswa asal SMK 11 Maret Jakarta, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.
“Saya jadi lebih memahami perangkat-perangkat yang ada di tower BTS, cara kerja jaringan, serta dasar-dasar instalasi dan maintenance. Pelatihannya sangat membantu dan menambah kesiapan saya untuk terjun ke dunia kerja,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Wahyu Nur, siswa SMK Fatahillah Cileungsi, Bogor. Ia menilai pelatihan tersebut memberikan kesempatan untuk memahami kondisi kerja di lapangan secara langsung sehingga menjadi bekal berharga sebelum memasuki dunia kerja.
Melalui program ini, TBIG berharap para siswa SMK tidak hanya memperoleh sertifikasi dan peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kesiapan mental, budaya kerja profesional, serta pemahaman yang kuat mengenai aspek keselamatan kerja sebagai standar utama di industri telekomunikasi.(rls)


















