Amankan Pilkades, 223 Personel Polres Kaimana Diturunkan

0
72
Anggota Polres Kaimana yang akan melakukan pengamanan Pilkades di wilayah Distrik Kaimana.

KAIMANA,KLIKPAPUA.COM Sebanyak 223 personel Kepolisian Resor Kaimana diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa/Kampung (Pilkades) pada 7 wilayah distrik se-Kabupaten Kaimana. Total 223 personel ini akan menyebar pada 84 kampung dengan 103 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ratusan personel ini sudah mulai bergeser sejak Kamis 7 November terutama untuk wilayah jauh seperti Yamor dan terakhir akan bergeser hari ini Senin (11 November untuk wilayah terdekat seperti Kampung Marsi, Tanggaromi serta Trikora dan Coa.

Kapolres Kaimana melalui Kabag Ops Polres Kaimana, AKP Ferdinand Mardi menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait Bantuan Keamanan Operasi (BKO) Polres Kaimana untuk Pilkades yang akan dilaksanakan serentak Selasa 12 November 2019.

Menurutnya, sistim pengamanan Pilkades mengadopsi sistim pengamanan Pilkada, Piplres maupun Pileg. Dalam hal ini, pergeseran personel pengamanan akan dilakukan bersamaan dengan pergeseran logistik Pilkades.

“Untuk 103 TPS di 7 distrik dan 84 kampung se-Kabupaten Kaimana ini menggunakan kekuatan 223 personel keamanan, sudah termasuk perwira pengendali dan penanggungjawan. Setiap kampung kita tugaskan 2 orang. Pengamanan Pilkades ini kita mengadopsi sistim Pilkada, Pilpres dan Pileg. Jadi bersama mereka digeser pula logistik,” terang Ferdinand.

Dijelaskan, personel pertama yang digeser adalah ke wilayah Yamor, dengan menggunakan kapal menuju Avona dan dari Avona menggunakan transportasi darat menuju Yamor. Sedangkan lainnya

“Kemudian untuk distrik lainnya semua menggunakan transportasi laut kapal dan longboat sekaligus dengan logistik. Kecuali untuk wilayah kota yang hari ini baru mulai bergeser terutama untuk jalur darat seperti Marsi, Tanggaromi, Trikora dan Coa,” ujarnya.

Ditambahkan, sesuai tugas pokok dan fungsi, tugas personel kepolisian hanya mengamankan TPS, sementara pemungutan suara dan lainnay menjadi tugas panitia pemilihan. Namun yang membuat sedikit berbeda dari pemilu lainnya adalah untuk pemilihan kepala kampung, pengamanan hanya sampai pada pleno TPS.

”Untuk pemilihan kepala kampung ini pengamanan hanya sampai di pleno TPS. Setelah panitia menentukan siapa yang terpilih menjadi kepala kampung, lalu dibuatkan berita acara dan personel bergeser kembali ke kota,” terang Kabag Ops.

Namun disisi lain Kabag Ops mengatakan, penarikan kembali personel pengamanan akan disesuaikan dengan kondisi daerah, baik terkait letak geografis maupun kondisi keamanan pasca pemilihan.

“Tapi berapa lama itu tergantung dari situasi wilayah. Kita harapkan tanggal 13 semua personel pulang, tapi itu semua tergantung situasi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan kondusif sehingga tanggal 13 atau paling lambat 14 personel sudah kembali ke kota,” pungkasnya. (iw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.