MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Proses autopsi terhadap jenazah presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway, telah selesai dilaksanakan di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RS Bhayangkara Polda Papua Barat, Kamis (30/7/2026) malam.
Proses bedah mayat yang berlangsung selama hampir tiga jam tersebut menjadi pijakan penting bagi penyidik untuk mengungkap penyebab kematian almarhum.
Selain mengirimkan sampel jaringan organ tubuh ke Laboratorium Forensik (Labfor) Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pegunungan Arfak (Pegaf) juga terus bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi kunci dan mengamankan barang bukti.
Kasat Reskrim Polres Pegaf, Iptu Dwi Meyanto, menegaskan bahwa hasil autopsi merupakan alat bukti krusial bagi kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.
“Hasil autopsi ini sangat penting bagi kami sebagai salah satu alat bukti untuk melanjutkan proses penyidikan ke depan. Kami berharap semua pihak bersabar menunggu hasil resmi agar kami bisa bekerja menerangkan kasus ini secara jelas dan transparan,” ujarnya
Ia membeberkan, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari rekan yang berada bersama korban, saksi yang melihat korban masuk ke area air terjun, hingga kepala kampung setempat.
“Untuk barang bukti, sementara yang sudah kami amankan antara lain sandal korban, pakaian berupa jaket dan celana, serta kendaraan korban yang saat ini diamankan di Polsek,” jelasnya.
Di tempat yang sama, kuasa hukum keluarga korban, Yan Christian Warinussy, mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau membuat kesimpulan sendiri terkait penyebab kematian almarhum sebelum keluar hasil resmi dari kepolisian.
“Kita sudah melewati tahapan visum dan hari ini tahapan autopsi, atau pemeriksaan dalam organ tubuh almarhum. Mari kita bersabar dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jangan buat spekulasi atau kesimpulan sendiri-sendiri,” tegas Yan.
Ia menambahkan, penanganan kasus ini berpatokan pada laporan resmi yang telah diterima pihak kepolisian di Polres.
Yan juga menegaskan bakal memperkuat tim kuasa hukum untuk mengawal jalannya penanganan kasus ini hingga tuntas.
“Penyelidikan masih terus berjalan, dan sampel jaringan yang diduga mengalami luka akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium Mabes Polri untuk memastikan apakah penyebab kematian terjadi saat almarhum masih hidup atau tidak,” pungkasnya. (mel)





















