Train III Rampung 2021, Dua Train Penyumbang Ekonomi Terbesar untuk Papua Barat

0
229
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengaku pembangunan train III LNG Tangguh yang berjalan sejak tahun 2017 dengan kontrak yang sudah ditanda tangani dan pelaksanaannya CSTS  (Chiyoda, Saipem, Tripatra, dan  SAE), tidak mengalami masalah.
“Kombinasi 3 perusahaan untuk membangun  kawasan train III untuk lokasi pembangunan sudah tidak ada masalah, baik  untuk pembangunan fisik  bahkan Jettynya sudah dibangun,” ungkap Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw saat ditemui wartawan, belum lama ini di kantor Bupati.
Lebih lanjut dikatakan, untuk pembangunan kilangnya sedang dalam proses, tetapi beberapa waktu lalu  ada masalah internal,  sehingga ada penundaan sebagian aktivitas. Namun yang bisa menjawab masalah internal itu hanya BP Indonesia. “Dari sisi dukungan pemda, kami juga sudah memberi dukungan  yang luar biasa, misalnya bagaimana kita memberikan arahan kepada masyarakat agar bisa menerima program ini, agar  tidak terjadi benturan,  contohnya  seperti pembangunan Jetty 1 kilo panjangnya,” tuturnya.
Ditambahkannya  pembangunan Jetty sepanjang 1 kilo dari darat ke laut sudah menutup tempat pencarian masyarakat adat, sehingga terjadi komplain dari masyarakat adat, sehingga pemda mengambil langkah untuk membayar kompensasi kepada masyarakat adat.
“Pembayaran kompensasi kepada masyarakat adat kalau menunggu dari LNG Tangguh maka prosesnya akan panjang, sehingga akan menghambat pembangunan, sehingga kami dari pemda mengambil langkah selesaikan kompensasi dengan masyarakat adat agar pembangunan Jetty tidak terganggu dan bisa berjalan,” ucapnya.
Pembangunana  train III ini direncanakan tahun 2021 sudah harus ekspor downstream produksi. Karena saat ini penerimaan hanya berharap pada 2 trend  kilang, namun mengalami pengurangan karena adanya perbaikan  service, inovasi kilang.  “Jadi produksinya tidak besar. Namun dari hasil laporan Bank Indonesia  penerimaan dari LNG Tangguh itu merupakan sektor penyumbang ekonomi terbesar di Papua Barat dari sektor  industri pengolahan itu yang memberikan sumbangan terhadap ekonomi terbesar di Papua Barat, jadi hampir 95% pertumbuhan ekonomi Papua Barat itu disuplai dari LNG Tangguh,” tegasnya.(aa/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.