RANSIKI,KLIKPAPUA.com–Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane Cabang Manokwari bersama pengurus Masjid An-Nur Ransiki menggelar kegiatan Pesantren Ramadan 1446 H Tahun 2026 yang berlangsung di Masjid An-Nur, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Maret 2026. Program tersebut diikuti oleh para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan santri dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Momiwaren dan Abreso di wilayah Ransiki.
Pesantren Ramadan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manokwari Selatan pada Jumat (13/3/2026).
Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pesantren Ramadan merupakan salah satu program penting yang perlu terus dikembangkan guna memperkuat pendidikan Islam sejak dini kepada generasi penerus.
Menurutnya, pembinaan keagamaan bagi anak-anak dan remaja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, serta meningkatkan pemahaman nilai-nilai Islam. Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam melalui kegiatan-kegiatan pembinaan seperti pesantren Ramadan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun generasi penerus yang memiliki akhlak baik, pemahaman agama yang kuat, serta semangat beribadah yang tinggi. Apalagi di bulan suci Ramadan, momentum ini sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak dan para pelajar,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai agar dapat memperoleh manfaat yang maksimal dari materi dan pembinaan yang akan diberikan oleh para narasumber selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, pengurus HMI Komisariat Lafran Pane Cabang Manokwari, Ulur Rosyad, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keterlibatan organisasi mahasiswa tersebut dalam kolaborasi pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Ransiki.
Menurutnya, HMI sebagai organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam pembinaan generasi muda, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para pelajar.
“HMI sebagai organisasi yang bernafaskan Islam tentu memiliki tanggung jawab untuk terlibat secara aktif dalam mendorong pemahaman dan pemikiran Islam kepada generasi muda. Terutama kepada para pelajar yang saat ini sedang menempuh pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan nilai-nilai agama, etika, dan moral harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Hal tersebut menjadi sangat penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, yang dapat memberikan berbagai pengaruh bagi kehidupan generasi muda.
“Di era perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti saat ini, anak-anak harus dibekali dengan nilai-nilai agama, etika, dan moral yang kuat. Hal ini penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka,” jelasnya.
Ulur Rosyad juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Masjid An-Nur Ransiki yang telah memberikan ruang dan kesempatan kepada kader-kader HMI untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan keagamaan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pengurus Masjid An-Nur yang telah melibatkan HMI dalam kegiatan pesantren Ramadan ini. Kami juga telah mengarahkan kader-kader HMI untuk terlibat secara aktif membantu menyukseskan kegiatan ini sejak hari pertama hingga selesai,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan-kegiatan pembinaan seperti pesantren Ramadan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda serta memberikan ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi para pelajar.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kelak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, bermanfaat bagi umat, serta mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang.(rls/red)
Menyukai ini:
Suka Memuat...