Percepat Pembangunan Berbasis Data, CEO Kitong Bisa Foundation Gandeng BPS Cetak Ahli Statistik Asli Papua

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Sebuah langkah strategis untuk mewujudkan percepatan pembangunan berbasis data di Tanah Papua resmi digagas. Ketua sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Kitong Bisa Foundation (KBF), Mohamad Afif Dzulqifli, melangsungkan pertemuan penting dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Ir. Merry, M.P., di Kantor BPS Provinsi Papua Barat, Manokwari, pada Selasa (9/6/2026).

Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman kolaborasi yang berfokus pada pemberdayaan pemuda Orang Asli Papua (OAP) sebagai tulang punggung pengelolaan data ekonomi dan demografi wilayah di masa depan. Terdapat dua agenda utama yang disepakati untuk didorong bersama.

Agenda pertama adalah inisiasi program Duta Statistik Papua Barat dan Papua Barat Daya. Program ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda lokal sebagai perpanjangan tangan BPS dalam melakukan literasi data kepada masyarakat di akar rumput. Penggunaan duta dari kalangan pemuda setempat diyakini akan mempermudah sosialisasi program pendataan BPS, karena menggunakan pendekatan budaya dan bahasa lokal yang lebih mudah diterima masyarakat. Terkait detail teknis pelaksanaan dan skema kolaborasi lanjutan dari program ini, kedua belah pihak sepakat untuk menjadwalkan pembahasan lebih intensif pada pertemuan berikutnya.

Agenda kedua yang tidak kalah penting adalah dorongan untuk membuka Kuota Afirmasi OAP untuk masuk ke Politeknik Statistika (STIS).

Inisiatif ini merupakan wujud investasi Sumber Daya Manusia (SDM) jangka panjang demi terwujudnya kedaulatan data di Tanah Papua.

Dalam pertemuan tersebut, BPS Kanwil Papua Barat menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi komunikasi strategis ke BPS Pusat terkait pembukaan jalur kerja sama Talent Scouting.

Lebih dari itu, pelaksanaan program afirmasi dan penjaringan Talent Scouting STIS ini nantinya juga akan berkolaborasi erat dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi dengan Pemda dinilai esensial untuk memastikan penjaringan bibit-bibit unggul OAP dari Papua Barat dan Papua Barat Daya dapat tereksekusi secara tepat sasaran dan terintegrasi dengan visi pembangunan daerah.

“Data ekonomi yang valid membutuhkan partisipasi masyarakat, dan ujung tombak penggerak partisipasi tersebut adalah anak-anak muda Papua. Kami di Kitong Bisa Foundation hadir untuk memfasilitasi suplai talenta unggul tersebut bagi BPS,” ujar Mohamad Afif Dzulqifli.

Lebih lanjut, Afif menegaskan bahwa percepatan pembangunan otonomi khusus Papua harus bertumpu pada kebijakan yang berbasis data (Data-Driven Policy).

“Agar Papua Barat dan Papua Barat Daya tidak terus-menerus bergantung pada SDM dari luar untuk urusan statistik, kita harus bersama-sama mencetak ahli statistik OAP. Kolaborasi konkret antara KBF, BPS, dan Pemda ini adalah bentuk warisan jangka panjang untuk kemajuan daerah,” pungkasnya.

Melalui sinergi lintas institusi ini, diharapkan ke depannya pelaksanaan berbagai program sensus dan survei dapat berjalan lebih maksimal dan partisipatif, sekaligus membuka jalan seluas-luasnya bagi pemuda Papua untuk berkarier sebagai aparatur ahli di sektor statistik.(rls/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses