Proyek Perumahan BP Tangguh di Wilayah Pesisir Utara Akan Kembali Dilanjutkan 

0
305
Pembangunan rumah untuk penduduk orang asli Papua di Pesisir Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, akan kembali dilanjutkan tahun ini. (Foto: klikpapua)
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Pembangunan rumah untuk penduduk orang asli Papua di Pesisir Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, direncanakan akan kembali dilanjutkan tahun 2020.
Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw mengatakan proyek ini merupakan program penataan lingkungan perumahan untuk penduduk orang asli Papua di wilayah Suku Sebyar,  khususnya di Distrik Weriagar, Tomu, dan Taroi, adalah wujud dari kesepakatan yang tertuang di dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) project Tangguh LNG Train 3.
“Kalau dulu – dulu Train 1 dan 2 sudah terwujud di Wilayah Selatan yaitu Sumuri, kalau Train 3 ini untuk wilayah Utara, Sebyar. Ini (proyek perumahan) penting karena menjadi satu jawaban kepedulian sosial BP Tangguh, untuk masyarakat Teluk Bintuni terlebih khusus masyarakat Sebyar. Apalagi kita tahu bahwa wilyah Suku Sebyar merupakan daerah penghasil sumur (Migas),” kata Bupati usai melakukan penandatanganan revisi Perjanjian Kerja Dama (PKS) Pemda Teluk Bintuni dengan BP Tangguh, di Kantor Bupati, SP 3, Distrik Manimeri, Rabu (17/6/2020).
Menurut Bupati Kasihiw untuk memastikan kelanjutan dan kelancaran proyek tersebut,  Pemerintah Kabupaten Bintuni dengan BP Tangguh, sepakat melakukan revisi dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah di tandatangani tahun 2016 silam. “Tadinya kita tanda tangan, awal tahun kita mau tanda tangan (revisi) tapi belum sempat, karena adanya Covid-19 akhirnya tertunda, sekarang sementara waktu kita sudah anggap mampu kendalikan (Pandemi Covid-19), sehingga kegiatan ini harus jalan,” katanya.
Setelah adanya revisi pada dokumen perjanjian tersebut, kata Bupati Kasihiw, sistem tender berubah. Dimana pada tahap ke dua ini, tender dilakukan hanya sekali, bagi pemenang akan bekerja selama dua tahun anggaran. “Dengan MoU yan kita sudah tandatangani berkaitan tahun jamak pekerjaan, tidak terbatas tahun ini saja, yang pemenang kontrak itu bisa kerja sampai tahun depan, dua tahun anggaran,” katanya lagi.
Menurut Bupati, dari total 456 unit dan baru terealisasi 21 unit, diharapkan dengan sistem tender satu kali  saja ini dapat mempermudah pihak ke tiga untuk mengerjakan proyek tersebut. Sehingga sisa sekitar 435 unit ini bisa diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun kedepan. “Ini dana murni dari BP Tangguh, kita hanya sebagai pelaksana lelang dan monitor, pengawas, perencanaan, dilapangan. Tapi tetap BP juga menggunakan konsultan perencanaan dan pengawasan, kita bekerja sama – sama,” pungkasnya.
Orang nomor satu di kabupaten penghasil gas itu juga menegasan pemda bersama BP Tangguh akan terus serius merealisasikan program pembangunan perumahan tersebut sesuai komitmen Amdal. Sehingga hal ini bisa menjadi  kepercayaan adanya perhatian terhadap masyarakat Sebyar.
Sesuai perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dengan pihak BP Berau Ltd, tertanggal 21 Desember 2016, akan dibangun sebanyak 456 unit dengan jangka waktu 4 tahun. Dari total 456 unit dan baru selesai 21 unit. Tersebar di Distrik Weriagar 5 unit, Tomu 13 unit dan Taroy 3 unit. Pembangunan sudah dimulai tahun 2018. Sehingga waktu tersisa yakni 2 tahun, dan harus selesai selurunya  yakni pada tahun 2021. (at/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.