Pemda Teluk Bintuni Salurkan Bantuan Keagamaan Senilai Rp. 38 Miliar Lebih

0
67
Bupati Petrus Kasihiw menyerahkan bantuan keagamaan kepada perwakilan penerima manfaat, di Gedung Serba Guna (GSG), Kota Bintuni, Selasa (22/9/2020).
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM–Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyalurkan bantuan keagamaan senilai Rp. 38 miliar lebih.Secara simbolis bantuan ini diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati, Petrus Kasihiw dan Matret Kokop, kepada perwakilan penerima manfaat, di Gedung Serba Guna (GSG), Kota Bintuni, Selasa (22/9/2020).
Dalam laporannya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Herman Kayame mengatakan bantuan keagamaan ini terdiri dari, bantuan pembangunan rumah ibadah yang mencapai Rp. 26,8 miliar untuk 80 unit rumah ibadah. Bantuan sarana penunjang rumah ibadah sebesar Rp 9.575.000.000. Kemudian selanjutnya bantuan dana koordinasi bagi rohaniawan sebesar sebesar Rp. 2.070.000.000. “Bantuan pembangunan rumah ibadah dan penunjang ini tersebar di 28 distrik,” katanya.
Selain itu, pemda juga telah merwlaisasikan sejumlah bantuan keagamaan lainnya seperti bantuan perayaan hari – hari besar keagamaan, dan kegiatan pemuda keagamaan.
Kayame juga mengingatkan kepada seluruh penerima bantuan keagamaan ini  agar membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut. Selanjutnya diserhakan ke kantor BPKAD, karena penggunaan dana bantuan ini akan diaudit.
Sementara itu Bupati Petrus Kasihiw mengatakan dalam bantuan bidang keagamaan ini ada aturan – aturan yang ketat. Karena akan ada pemeriksaan oleh BPK, sehingga proposal itu menjadi dasar pemda berikan bantuan. “Di sini tidak hanya bupati atau wakil bupati yang tentukan, tapi ada tim keagamaan yang melakukan ferivikasi proposal, tetapi keputusan terakhir ada di kepala daerah,” kata bupati.
Dengan mempertimbangkan keuangan dan perkembangan pembangunan rumah ibadah dilapangan maka bupati akan menentukan besaran jumlah bantuan. “Tidak mau gereja atau masjid itu plat merah, semua dana pembangunan dari pemerintah daerah, tapi semua membantu, sebagian dari dana umat dan sebagian dari pemerintah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kasihiw juga mengakui ada satu program bantuan bidang keagamaan yang belum bisa berjalan yakni tur keagamaan. Dimana program pemda ini adalah mengirim 15 orang  dari muslim untuk umroh dan 15 orang umat kristen melakukan perjalanan ke tanah – tanah suci. “Memang di tahun 2019 kita belum bisa jalankan itu, seharusnya program tahun 2019 terlaksana pada tahun 2020 awal, tapi tidak bisa berjalan karena korona, akhirnya kita batal,” ujarnya. (at)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.