Empat Minggu Tanpa Kasus Covid-19 Baru, Teluk Bintuni Sudah Kembali ke Zona Hijau

0
540
), Ketua Tim Satgas Covid-19 Teluk Bintuni,Gustaf Manuputty
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Kabupaten Teluk Bintuni telah dinyatakan kembali sebagai daerah zona hijau setelah 4 minggu berturut – turut tidak ditemukan kasus positif Covid-19 baru, sejak 13 Juni sampai 13 Juli 2020.
Saat jumpa pers di Sekretariat Tim Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Teluk Bintuni, di Kantor Dinas Kesehatan, Km. 6, Distrik Bintuni, Selasa (14/7/2020), Ketua Tim Satgas Covid-19 Gustaf Manuputty mengatakan berdasarkan pemantauan kasus Covid-19 di Kabupaten Teluk Bintuni dilaporkan terkahir pada 13 Juni 2020, dan selama 4 minggu berturut – turut tidak ditemukan kasus baru. Sehingga dengan sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pemerintah pusat, ditambah lagi dengan kasus positif yang telah dinyatakan seluruhnya sembuh, maka daerah itu bisa masuk ke dalam zona hijau.
“Kita Kabupaten Teluk Bintuni masuk kriteria itu, sampai tanggal 13 Juli kemarin sudah masuk zona hijau, karena tidak ada kasus baru setelah semua pasien positif dinyatakan sembuh,” katanya.
Dikatakannya kendati daerah tersebut telah kembali ke zona hijau,  dalam beraktifitas masyarakat tetap  wajib menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. “Protokol kesehatan dengan kondisi saat ini itu tetap wajib, pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan, jaga jarak, itu tidak boleh diabaikan, kita harus tetap lakukan,” tegas Manuputty.
Menurutnya bahwa keberhasilan Kabupaten Teluk Bintuni dalam menangani pandemi corona virus, merupakan kerja sama semua elemen masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
Sementara itu Tim Juru Bicara Satgas Covid-19 Teluk Bintuni, dr. Wiendo mengatakan sesuai hasil pemeriksaan real- time PCR, awalnya Bintuni memiliki kasus positif Covid-19 sejak 14 April – 13 Juni 2020 sebanyak 50 orang. Pasien tersebut tersebar di Distrik Bintuni, Manineri dan Babo. “Seluruh pasien positif telah dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia,” katanya.
Selain itu kata Wiendo, ada juga 4 distrik lain yakni Aroba, Wamesa, Kuri, dan Meyado, yang ditemukan kasus terduga Covid-19, dimana masuk kategori OTG, ODP, dan PDP. Seluruh orang yang masuk kategori terduga tersebut telah diperiksa sampel swab dengan metode real time PCR di RSUD Teluk Bintuni, hasilnya negatif. “Saat ini jumlah OTG, ODP, dan PDP yang masih 35 orang yang dipantau, diharapkan semuanya bisa menyelesaikan masa pemantauan, ini semua kasus negatif,” ujarnya.
Jumlah warga yang sudah di Rapid Test sebanyak 1888 orang, 213 orang reaktif dan telah ditindak lanjuti dengan pemeriksaan PCR.  Sedangkan pemeriksaan PCR untuk diagnosis OTG, PDP ODP sebanyak 534 orang. Sementara screening 1116 orang.
Meskipun sudah masuk zona hijau, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan tidak melonggarkan pemantauan arus mobiliasai manusia di setiap posko. Pos pemantauan tetap masih diberlakukan, petugas tetap siap siaga dalam menjalankan tugas screening. Sampai dengan saat ini telah mencapai 79.210 orang yang telah di screening di seluruh posko pemantauan yakni posko darat, laut, dan udara. (at/bm)
Editor: BUSTAM
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.