Dishub Bintuni Salurkan Bantuan Transportasi Laut dan Darat

0
490
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni menyalurkan bantuan sarana transportasi laut dan darat kepada kelompok masyarakat.
Bantuan berupa lima unit minibus, dan 15 longboat diberikan secara simbolis oleh Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw kepada perwakilan kelompok masyarakat di Jetti Kampung Lama, Kota Bintuni, Jumat (21/2/2020).
Bantuan 5 unit minibus diberikan kepada kampung dan akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Kampung yang menerima yakni Bumdes Kampung Argosigemerai, Bumdes Sibena Raya Distrik Tuhiba, Bumdes Araisum Distrik Tembuni, Bumdes Mabitu Distrik Babo, dan Bumdes Distrik Sumuri. Sementara 15 longboat dibagi kepada kelompok masyarakat yang tersebar disejumlah wilayah distrik.
Dlaam arahannya Bupati Petrus Kasihiw mengatakan pengadaan kendaraan laut dan darat ini untuk kepentingan masyarakat. Oleh karenanya ia menyampaikan agar warga masyarakat patut bersyukur, karena dari waktu ke waktu pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten memberikan perhatian pembangunan pelayanan bagi masyarakat. “Saya percaya kendaraan ini tidak turun dengan sendirinya, tapi ada upaya dari teman – teman kita di Dinas Perhubungan,” kata Bupati.
Bupati berharap Bumdes yang kelola kendaraan minibus tersebut agar berbenah diri. Sehingga pengelolaannnya benar – benar dapat memberikan manfaat pendapatan kampung dan juga masyarakat. “Ini diserahkan jangan sampai besok rusak terus datang minta onderdil ke pak bupati lagi, ada proposal masuk minta uang bensin, uang service lagi. Itu tidak, kendaraan ini diserahkan sudah menjadi tanggungjawab Bumdes, mulai dari sopir, ganti ban sampai lain – lain itu tanggungjawab Bimdes, sesuatu ketentuan didalam aturan penyaluran DAK (Dana Alokasi Khusus) itu,” pesannya.
Bupati mengingatkan apabila bantuan ini dikelola dengan baik. Kedepan daerah ini akan dapat bantuan lagi. Namun kalau tidak bisa kelola dengan baik, kedepan tidak ada bantuan seperti ini lagi.
Sementara untuk 15 unit longboat itu kata Kasihiw, diberikan sebagai alat transportasi kelompok- kelompok masyarakat. Dipakai untuk masyarakat umum, namun harus ada penanggungjawab transportasi tersebut. “Setiap tahun itu ada, tahun 2018 itu ada 19 unit, tahun 2019 ini kita mampu 15 unit, kenapa baru lita serahkan hari ini karena ada proses administrasi yang harus dilalui,” ujarnya.
Menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Ismail Buyung pengadaan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi Kemneterian Desa Tertinggal sebesar Rp. 4,6 miliar. “Dengan rincian, Rp. 2,1 miliar untuk pengadaan longboat 15 unit yang dibagikan kepada kelompok masyarakat, dan Rp. 2,5 miliar untuk pengadaan 5 unit kendaraan micro bus bagi Bundes,” katanya. (at/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.