Alat PCR Hadir di RSUD Bintuni, Satu Kali Penggunaan Bisa Tes Swab 21 Sampel

0
372
Juru Bicara Covid 19 Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Wiendo
BINTUNI,KLIKPAPUA.COM – RSUD Teluk Bintuni sudah memiliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sendiri. Dalam proses kerjanya untuk satu kali putaran atau runing penggunaannya, bisa memeriksa 21 sampel swab dahak.
Juru Bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Wiendo, Minggu (10/5/2020) mengatakan, saat ini yang sudah didatangkan satu alat PCR untuk melakukan pemeriksaan Covid-19.
Dikatakannya, alat PCR ini sudah tiba di Bintuni sejak Kamis pekan kemarin, dan telah digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal kepada sejumlah orang. “Alat ini sudah di datangkan sejak Kamis, dan sudah ditinjau anggota DPR pada Jumat kemarin, kemudian Sabtu kita sudah mulai melakukan penggunaan dengan memeriksa beberapa sampel, dan dijadwalkan Senin ini sudah bisa melakukan pemeriksaan pasien yang sudah dijawalkan,” kata Wiendo.
Dijelaskan dr. Wiendo alat ini dalam satu kali penggunaan bisa memeriksa sebanyak 21 sampel pasien, dan kurun waktu selama kurang lebih 2,5 jam sudah bisa dilihat hasilnya.
Pasalnya, jika ekstraknya cepat bisa memulai runing dua kali dalam sehari, maka akan ada 42 sampel yang dianalisis, dalam dua kali putaran dan hasilnya bisa langsung keluar hari itu juga. “Jadi jika diperiksa hari ini, karena hasilnya harus dikonfirmasi juga, jadi besok bisa disampaikan hasilnya,” ujarnya.
Dikatakan alasan Teluk Bintuni untuk memiliki alat PCR sendiri adalah karena lamanya waktu untuk menunggu hasil PCR dari Makassar. Sehingga diharapkan dengan adanya satu alat PCR ini dapat mempercepat diagnosis kasus positif Covid 19 di daerah tersebut.
Dia mengungkapkan untuk menjalankan alat tersebut, saat ini rumah sakit telah memiliki satu orang dokter spesialis Patologi Klinis, yang akan melatih tenaga laboratorium lainnya untuk menggunakan alat PCR. Selain itu pihak rumah sakit juga telah memiliki dua orang tenaga analis yang sedang melakukaan magang PCR di BBLK Makassar, diharapkan ketika mereka kembali bisa memperkuat tenaga analis yang ada di Bintuni. “Tak hanya tenaga laboratorium, tim medis di puskesmas juga akan diarahkan dilatih untuk mengambil sampel swab, sehingga semakin banyak swab yang diambil maka hasil pemeriksaan PCR yang dikeluarkan semakin banyak,” pungkasnya. (at/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.