Pasien PDP di Kota Sorong Meninggal Sebelum Hasil Spesimennya Keluar

0
Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Papua Barat dr Arnoldus Tiniap. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–  Tim Satgas Covid-19 Papua Barat sudah mengirim dua spesimen dari Manokwari. Satu hasil telah keluar dan dinyatakan negative, sehingga tinggal menunggu satu spesimen lagi.
“Kita telah mengambil 19 sampel, yang pertama kali kita kirim 14 sampel dari Kota Sorong, namun 1 sampel sudah ada hasilnya negative, sehingga menunggu 13 sampel lagi, 3 dari Manokwari, 1 sudah ada hasil negative, tinggal 2 sampel yang dalam proses, 1 dari Bintuni dan 1 lagi dari Kabupaten Manokwari Selatan,” jelas Juru Bicara Tim Satgas  Covid-19  Papua Barat dr. Arnoldus Tiniap saat ditemui wartawan, Kamis (26/3/2020).
Lanjut Arnoldus menjelaskan, pasien PDP yang saat ini meninggal dunia awalnya yang bersangkutan berobat ke salah satu rumah sakit swasta. Lalu pasien dirujuk pada tanggal 21 Maret ke Rumah Sakit Sele Be Solo Kota Sorong dan diambil spesimennya pada 23 Maret, dan sampai saat ini masih menunggu hasilnnya, namun pasien tersebut sudah meninggal tadi pagi,pukul 08:00 WIT.
Pasien tersebut merupakan WNI, berusia 47 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Ia meninggal dengan status PDP. “Untuk pasien ini, pasien ke berapa nanti kita tanyakan nomor registrasi di Rumah Sakit Sele Be Solo Kota Sorong,” tuturnya.
Arnoldus mengatakan,sejauh ini Satgas provinsi sampai kabupaten/kota terus berupaya melaporkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan. “Kita harus waspada. Ini menguatirkan. Wabah yang sebelumnya kita cuma lihat di Pulau Jawa, Bali, sekarang sudah mulai dilaporkan di Papua Barat,” katanya.
Sekarang ini lanjut Arnoldus sedang diupayakan screening di pintu masuk, namun yang paling penting diupayakan yakni social distancing atau istilah sekarang fisikal distancing.
“Masyarakat diimbau supaya memiliki kesadaran untuk jaga jarak satu sama lain, karena percuma saja kalau kita screening, namun masyarakat tidak menjaga jarak satu sama lain,” tegasnya. (aa/bm)
Editor: BUSTAM


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.