Verifikasi Administrasi dan Validasi Fisik Guru Honorer di Mansel Tengah Berlangsung

0
134
Sekda Manokwari Selatan, dr. Hengky V. Tewu didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tera Auri memberikan sosialisasi terkait verifikasi dan validasi administrasi dan fisik kepada guru honorer TK, SD dan SLTP. (Foto: Andi/klikpapua)
MANSEL,KLIKPAPUA.com— Sekda Manokwari Selatan, dr. Hengky V. Tewu didampingi Kepala Dinas Pendidikan Tera Auri memberikan sosialisasi terkait verifikasi dan validasi administrasi dan fisik kepada guru honorer TK, SD dan SLTP. Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Negeri 2 Ransiki pada Selasa (18/1/2022).
Diketahui, verifikasi dan validasi honorer di Dinas Pendidikan telah dilakukan sebelumnya di aula sekretariat daerah. Kemudian validasi dan verifikasi mulai dilakukan ke sekolah-sekolah sejak kemarin, yang di mulai dari wilayah Oransbari.
Kepala Dinas Pendidikan Tera Auri mengajak guru-guru honorer untuk melengkapi berkas-berkas persyaratan sesuai arahan sudah diintruksikan. “Kalau belum kumpul, silahkan dikumpulkan dan lengkapi yang belum lengkap,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Tera Auri juga mengingatkan guru honorer yang belum mengikuti vaksin, agar segera vaksin. “Karena salah satu persyaratan tatap muka bersama siswa di ruangan adalah guru harus vaksin,” ujarnya.
Sekda dr. Hengky V. Tewu saat ditemui terpisah, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sosialisasi lanjutan berkaitan dengan verifikasi dan validasi administrasi honorer yang dilakukan oleh Bupati.
Selain itu, kata Sekda, verifikasi validasi dilakukan untuk menverifikasi dan validasi honorer-honorer sudah mengabdi selama ini. “Sesuai formasi untuk pengangkatan P3K ada sebanyak 541 untuk rekrutmen honorer menjadi P3K. Tetapi bagi honorer-honorer yang umurnya masih memenuhi syarat untuk PNS, mereka akan diangkat menjadi CPNS. Dengan melalui seleksi terbatas, adapun opsi, bisa P3K dan PNS bagi honorer yang umurnya masih memenuhi syarat. Untuk menentukan itu adalah Bupati,” ujarnya.
Lanjut Sekda, seandainya, kuota dengan jumlah honorer yang ada sama,maka tidak perlu seleksi, tetapi karena jumlah formasi lebih sedikit daripada honorer yang ada, sehingga tetap akan dilakukan seleksi terbatas. “Untuk formasi CPNS yang akan dibuka secara umum ada sebanyak 341. Dibuka secara umum, tetapi terbatas, khusus untuk ber KTP Mansel,” terangnya.
Untuk itu, sedang diupayakan untuk mempercepat verifikasi dan validasi administrasi dan fisik honorer. Karena, jika mau dibuka, maka akan dilakukan secara bersamaan untuk seluruh Provinsi Papua Barat. “Gubernur mengutarakan, pengumuman pembukaan paling lambat akhir Januari,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap berkas para honorer yang ada bisa digunakan untuk melanjutkan dalam verifikasi seleksi nantinya, tidak hanya untuk kepentingan honorer, tapi untuk perpanjangan kontrak.  “Perlu diketahui, honorer saat ini dalam masa transisi, karena sudah keluar peraturan pemerintah tentang penghapusan status tenaga honorer di instansi pemerintah terakhir tahun 2023 sudah tidak ada lagi,” ucapnya.
“Untuk itu, kita berupaya jika sudah kita teruskan untuk formasi 2020-2021, pasti kita minta tambahan sebanyak 1000 untuk formasi 2022. Permintaan itu, kita sesuaikan dengan anggaran kita karena berkaitan dengan gaji mereka nantinya,” tambahnya.
Sekda mengimbau kepada pencaker jika belum terekrut, agar tidak harus merusak fasilitas-fasilitas yang ada. “Kalau secara terus menerus dilakukan seperti itu, kami sendiri tidak bisa berbuat apa-apa,” tutupnya. (eap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.