Bupati Waran Minta Dukungan Gubernur Dominggus Atas Langkah Pembatasan Wilayah

0
Bupati Manokwari Selatan Markus Waran meminta dukungan kepada Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan untuk terus menjalankan simulasi pembatasan wilayah. (Foto: Andi/klikpapua.com)
MANSEL,KLIKPAPUA.COM– Bupati Manokwari Selatan Markus Waran menyampaikan permohonan dukungannya kepada Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan untuk terus menjalankan simulasi pembatasan wilayah di daerahnya, salah satu upaya tersebut adalah tetap melakukan pengontrolan pemeriksaan di titik perbatasan.
Kepada gubernur, bupati meminta supaya membantu memberikan pengertian kepada pemerintah daerah lain yang memiliki ketergantungan terhadap akses transportasi yang melintas di wilayah Manokwari Selatan agar pada saat melintas di pos perbatasan tidak merasa tersinggung pada saat petugas Covid-19 Mansel menjalankan tugas pengontrolan dan pemeriksaan kepada warga mereka.
Hal ini disampaikan Markus Waran saat menyambut gubernur pada acara penguatan pangan lokal oleh masyarakat kampung di Kampung Muari, Distrik Oransbari, Senin lalu. Disampaikan bahwa, sejak melakukan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan di titik perbatasan, Mansel mendapati bahwa yang ruas jalan yang melintas di Kabupaten Mansel tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Bintuni, Manokwari dan Pegaf semata.
“Yang melintas juga ada dari Fakfak dan Kaimana, serta dari Kabupaten Wondama,  untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf atas kegiatan yang kami jalankan ini, semoga dari kegiatan tersebut Mansel bisa menekan penyebaran dan penularan Covid-19 ini demi kebaikan kita semua,” katanya.
Sesuai pantauan media, upaya Pemerintah Manokwari Selatan untuk melatih masyarakatnya dalam menghadapi kemungkinan terjadinya pembatasan wilayah cukup berjalan baik. Capaian keberhasilan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut dapat dilihat dari perubahan aktifitas kendaraan yang melintas di daerah itu.
Sesuai informasi yang diterima media dari petugas posko, aktifitas kluar masuk wilayah untuk warga Manokwari Selatan khususnya di wilayah Oransbari mengalami penurunan drastis dari yang biasanya jumlah warga yang keluar masuk mencapai ratusan orang, saat ini sudah makin menurun menjadi 30 orang per hari.
Sedangkan untuk warga di luar Manokwari Selatan sendiri, untuk saat ini tinggal warga Kabupaten Pegaf yang mobitasnya masih cukup tinggi, sementara untuk warga dari Kabupaten Teluk Bintuni sudah semakin jarang yang melintas di posko perbatasan. (eap/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.