Triwulan I, Realisasi PAD Capai 20,51 Persen Bapenda Manokwari Optimis Capai Target Rp63 Miliar

0
108

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manokwari mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada triwulan I, telah mencapai 20,51 persen atau Rp 12,975 milar dari target tahun ini sebesar Rp 63 miliar.

Umrah Nur, Kabid Pendataan dan Pendaftaran Bapenda Manokwari menjelasakan, realisasi PAD tersebut berasal dari 10 sektor pajak. Dan ia optimis tahun ini Bapenda dapat mencapai target yang telah ditentukan.

“Dari angka keseluruhan pada triwulan I sudah mencapai 20,51 persen, dari target 63 miliar di tahun ini kita sudah dapat Rp12,975 miliar jadi sisa target masih sebesar Rp50 miliar lagi,” kata Umrah, Selasa (5/4/2022).

Umrah optimis dapat mencapai target, karena Bapenda akan menggenjot dari sektor pajak unggulan.

“Dari angka ini, kita optimis bisa mencapai target Rp63 miliar, karena dari retribusi sampah tahun lalu kita baru melakukan penagihan di bulan Juni, tahun ini kita sudah mulai bergerak dari bulan Februari dan pada Februari kita sudah dapat Rp112 juta, dan di bulan Maret ini kita dapat Rp86 juta dari retribusi sampah,”tuturnya.

Disebutkan, realisasi pajak dari retribusi sampah sebesar Rp12,975 miliar dari target Rp 15 miliar. Sementara dari 10 jenis pajak yang belum mencapai target yaitu pajak PBB, karena baru melakukan cetak masal pada bulan Maret dan akan baru diditribusikan pada Juni mendatang.

Sehingga pada triwulan I ini, target dari pajak PBB baru mencapai sekitar 8 persen dari target 15 persen. “Jadi untuk PBB kita dapat di Rp626 juta, dari target Rp7 miliar di tahun 2022 ini untuk PBB saja,” kata Umrah.

Sementara pajak lain yang belum mencapai target yaitu pajak mineral yang baru diangka 14,29 persen dari target 15 persen, atau dari target Rp6 miliar di triwulan I ini baru mencapai Rp976 juta.

“Pajak mineral sendiri biasanya pada saat kegiatan-kegiatan fisik di kabupaten dan provinsi sudah berjalan baru ada pembayaran pajak mineral bukan logam. Jadi yang baru jalan pajak mineral bukan logam dari pabrik semen Maruni,” sebutnya merinci.

Lanjut Umrah, sementara pajak lain yang sudah mencapai target adalah BPHTB, dari target 15 persen sudah mencapai 18 persen yaitu diangka Rp3,189 miliar.

“Pajak parkir sudah diangka 38 persen, dan pajak tertinggi ada di pajak air tanah sampai di bulan Maret ini sudah mencapai Rp7 juta dari target Rp10 juta pada tahun ini,” imbuhnya.

Sementara pajak hiburan ditarget sebesar Rp1,7 miliar pada triwulan I ini, sudah mencapai 38 persen atau sebesar Rp682 juta. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.