Persiapan New Normal di Kota Manokwari, Dimulai dari Kelurahan Sanggeng

0
102
Kapolda Papua Barat Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing menyerahkan alat olahraga kepada Sahabat Polisi di GOR Sanggeng usai launching persiapan Kelurahan Sanggeng sebagai Yaba Nonti (Sanggeng Berdikari Mandiri). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Polda Papua Barat kembali melakukan launching persiapan Kelurahan Sanggeng sebagai Manu Yaba Nonti (Sanggeng Berdikari Mandiri) yang dilakukan di GOR Sanggeng pada Selasa (30/6/2020). Launcing ini dihadiri Kapolda Papua Barat, Kepala Lurah Sanggeng, PJU Polda Papua Barat, calon-calon Polisi Cilik (Pocil) Sanggeng dan para orangtua dari Pocil serta warga Sanggeng.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan Sanggeng dimata dirinya tidak ada stigma negative. “Saya beranggapan Sanggeng sama dengan wilayah lainnya, semua sama tidak ada yang namanya stigma negative atau wilayah yang sulit diatur dan sebagainya,” kata Kapolda.
Hal ini menurut Kapolda, sudah dibuktikan dengan adanya anak-anak yang disiapkan untuk menjadi duta-duta Sanggeng. “Kalau dikatakan wilayah brown, tentunya tidak ada orangtua yang mau memberikan anak-anaknya untuk dididik oleh Polri. Ini menjadikan representasi daripada wilayah Sanggeng yang sebenarnya,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, Sanggeng wilayah yang memang betul-betul harus diperhatikan. Sanggeng adalah tempat wilayah padat yang justru menjadi epicentrum kesuksesan Papua Barat. “Kita mulai dari Sanggeng, kalau kita bicara Manokwari itu bagus baik menjadi Kota Injil yang baik kita harus mulai dari Sanggeng, kalau Sanggeng belum baik tentunya Manokwari itu tidak akan baik, justru kita harus putar dan merubah mindset kita untuk menyatakan Sanggeng itu adalah wilayah yang seksi yang harus kita tingkatkan kualitasnya,” jelasnya.
Dengan adanya Pandemi Covid-19, Kapolda mengaku sangat kuatir dengan kerentanan tertularnya masyarakat di wilayah yang padat penduduk. “Kalau kita tidak intervensi Sanggeng dengan stimulus, hal-hal yang positif yang kita kerjakan ataupun inovasi dan kreasi yang kita lakukan di situ, tentunya persebaran Covid itu akan masif terjadi di Sanggeng, makanya saya perintahkan untuk coba kita lakukan terus berani mengatakan New Normal ataupun Normal itu kita lakukan mulai dari Sanggeng,” imbuhnya.
Ada apa di Sanggeng? “Di situ ada pasar, kita harus normalisasi pasar. Untuk kita buktikan bahwa ketika pasar itu sudah bersih sudah steril kita sudah yakinkan Manokwari ini juga bisa kita kategorikan sebagai wilayah yang betul-betul bersih dari Covid,” tuturnya.
Untuk itu Polda Papua Barat turun mengarahkan pada situasi normal. Untuk mengarah ke situasi normal, warga pasar harus melakukan rapid test. “Terus setelah itu kita harus yakin dan kita harus kuat dan kita harus yakin kan bahwa  Sanggeng bisa kita jadikan Kampung Yaba Nonti (Berdikari kampung-  kampung Sanggeng yang Berdikari. Artinya dia mempunyai satu ketahanan di bidang kesehatan di bidang ekonomi dan di bidang keamanan,” jelasnya.

Untuk ketahan keamanan Sanggeng, lanjut Kapolda, sudah dibangun Siskamling. Merenovasi sesuatu yang belum ada menjadi ada. “Dan akhirnya nanti pasar itu juga sirkulasi orang yang masuk adalah sirkulasi yang diatur. Ada anggota TNI-Polri yang nantinya akan mendisiplinkan masyarakat setelah kita ketahui mana yang positif mana yang tidak. Selanjutnya paling penting juga saya juga memerintahkan untuk mengaktifkan polisi cilik yang yang ada di Sanggeng, depan saya ini adalah representasi dari polisi cilik, itu besok 1 Juli kita akan tampilkan di depan gubernur dan di forkompinda,” pungkasnya.(aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.