Pemkab Manokwari Kaji Dua Lokasi untuk Pemindahan TPA Sampah

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari akan memindahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah ke lokasi baru. Sebuah tim khusus telah dibentuk untuk melakukan survei dan kajian terhadap dua lokasi yang dinilai berpotensi menjadi area TPA baru.

Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan, kajian mendalam sangat penting untuk memastikan lokasi baru memenuhi kriteria teknis serta tidak berdampak negatif terhadap sumber air masyarakat.

“Tim sudah terbentuk dan kita ingin memastikan lokasi yang baru untuk pemindahan TPA. Tim akan melakukan survei terhadap beberapa lokasi untuk melihat efektivitas dari lokasi tersebut,” ujar Hermus, Kamis (13/8/2026).

Hermus membeberkan dua kawasan yang masuk opsi survei. Opsi pertama adalah kawasan di antara Jalan SP 1 dan Wasai, yang kondisi topografi serta alur airnya di sekitar pegunungan setempat akan dievaluasi pemerintah.

Opsi kedua adalah kawasan yang diakses melalui Jalan Bram Atururi hingga menembus wilayah Pami.

Ia menekankan, perlindungan terhadap sumber daya air menjadi prioritas utama dalam penentuan lokasi.

Pemkab Manokwari berkomitmen menghindari risiko pencemaran sungai maupun cadangan air bersih warga.

“Kita hindari kepala air karena itu akan mencemari sungai dan juga air bersih yang nanti dinikmati oleh masyarakat. Sehingga kita akan melakukan kajian lingkungan untuk memastikan tempat mana yang layak dan memenuhi kriteria,” jelasnya.

Lokasi TPA baru diproyeksikan memiliki luas sekitar 40 hingga 50 hektare guna menampung volume sampah Manokwari dalam jangka panjang. Pemkab juga merancang sistem pengelolaan modern berkonsep keberlanjutan dan ekonomi sirkular, tidak sekadar menumpuk sampah.

Untuk merealisasikannya, Pemkab Manokwari membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan maupun investasi langsung.

“Sampah kita akan ada dalam siklus yang sempurna. Mungkin nanti dibakar, tetapi hasil pembakaran baik asap maupun panasnya bisa dikonversi menjadi energi listrik,” terang Hermus.

Ia menambahkan, sisa abu atau material hasil pembakaran juga ditargetkan dapat diolah kembali menjadi bahan bangunan yang bernilai ekonomis bagi masyarakat. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses