Musa Kamudi: 903 ASN Tidak Hadir Dalam Apel Pagi di Kantor Gubernur 

0
238
Jalanya apel pagi di halaman upacara kantor gubernur Jumat (6/2/2020 ). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–  Kehadiran ASN pada apel pagi yang digelar di halaman kantor Gubernur Papua Barat,Jumat (6/3/2020) menjadi sorotan Asisten I Setda Papua Barat, H.Musa Kamudi. Ia mencatat 903 ASN dilingkup Pemerintah Papua Barat tidak hadir mengikuti apel.
Hal ini disampaikan Asisten I Musa Kamudi dalam memimpin apel pagi yang dilaksanakan di halaman upacara kantor gubernur pada, Jumat (6/2/2020 ).
Musa Kamudi menyampaikan dimana perwakilan masing-masing OPD  jumlahnya cukup besar yang tidak hadir. “Catatan saya tadi  ada sebesar 903, jumlah yang cukup signifikan, padahal kita menghendaki dengan  diberlakukannya TPP ini  untuk tingkat kehadiran cukup banyak , tapi justru terbalik,” ujar Musa Kamudi.
Lanjut Asisten I mengatakan, berbagai upaya  untuk meningkatkan kedisiplinan salah satunya adalah  melalui pemberlakuaan TPP,  salah satu variasi yang akan di masukkan dalam Pergub  nanti  mengenai tingkat kehadiran atau apel ini, sehingga nantinya akan diberlakukan tindakan administrasi.
“Kami harapkan adanya laporan seperti yang tadi dibacakan dari masing-masing kasubag kepegawaian di masing-masing OPD, karena tidak selamanya harus menunggu dari Kepala Dinas atau Kepala Biro, tetapi itu kewajiban sesuai dengan tupoksi,” ungkapnya.
Bagi yang tidak hadir apel, Musa Kamudi meminta masing-masing Kabubag Kepegawaian menanyakan alasannya kenapa tidak masuk. Sehingga bisa diberikan pelajaran. “Jangan kita melakukan pembiaran seperti ini. Ketidak hadiran  yang saat ini kita lihat  mungkin salah satunya penyebab dari laporan yang belum diselesaikan,” tegasnya.
Padahal menurutnya, sesuai aturan dan sudah disampaikan paling lambat 31 Maret laporan harus sudah harus diserahkan, sehingga OPD yang tadi dibacakan  segera menyelesaikan, katanya. (aa/bm)

Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.