IMI Bantu Bilik Pengambilan Swab ke Pemprov PB

0
159
IMI Papua Barat memberikan bantuan bilik pengambilan swab kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, Kamis (18/6/2020). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Pemerintah Provinsi Papua Barat mendapat bantuan dua bilik pengambilan swab dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) Provinsi Papua Barat. Bantuan tersebut agar mempermudah para dokter atau para medis untuk pengambilan swab.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada IMI Papua Barat yag telah memberikan  bilik pengambilan swab. “Alat ini akan di bawa  ke Rumah Sakit Provinsi untuk digunakan,” ungkap Gubernur usai ibadah rutin, Kamis (18/6/2020) di kantor Gubernur.
Sementara Ketua IMI Papua Barat Jerry Suila mengatakan dalam mendukung pelayanan Covid-19, IMI Papua Barat mendatangi fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging (FKPIE)  di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat,  menanyakan kebutuhan logistik guna mendukung pelayanan, sehingga dari pihak FKPIE menyampaikan dengan adanya ketersediaan alat pemeriksaan PCR di Laboratorium Biomolekular Fasilitas Karantina Penyakit Infeksi Emerging (FKPIE) RSUD Provinsi Papua Barat, kebutuhan saat ini adalah bilik swab untuk pengampilan sampel. Dengan bilik swab ini diharapkan akan menghemat penggunaan APD, terutama saat digunakan untuk sampling.
Menurutnya ditengah kelangkaan APD dan keterbatasan ruang isolasi bertekanan negatif di FKPIE, maka diperlukan inovasi agar bisa terus melakukan uji swab tanpa mengurangi risiko kemungkinan terjadi akibat paparan virus. “Bilik swab menggunakan hepa filter yaitu udara yang masuk melalui hepa filter ini dengan kemampuan menyaring 0,3 micro dengan efisiensi 99 persen. Dengan kondisi tersebut, maka petugas sampel akan tetap terlindungi dari udara yang masuk,” ucap
Jerry saat ditemui usai menyerahkan bantuan bilik swab. Bilik dibuat dari material cukup kuat yaitu rangka aluminium tahan karat, dinding kaca 5 mili sehingga cukup kuat, dan alat ini tahan cuaca, sebab bisa diletakkan di dalam maupun di luar ruangan.
“Bilik swab didesain untuk mobile dan ada roda yang mempermudah dipindah-pindah, digunakan sesuai kebutuhan. Di dalamnya juga diberikan exhaust fan plafon, sedangkan untuk komunikasi dengan pasien di luar maka disediakan audio, guna kelancaran komunikasi,“ ungkapnya.
Lebih lanjut Jerry  menambahkan dalam kepengurusan IMI terdapat bidang yang menangani  wisata dan sosial. “Dalam sosial ini adalah bentuk kepedulian kami dari IMI Papua Barat dalam membantu Pemerintah Papua Barat dalam menangani Covid-19, dimana kami lihat bahwa dalam memgambil sampel swab diperlukan alat OPD yang cukup banyak, karena selesai menggunakan pasti dibuang,” terangnya.
Dalam membuatan bilik pengambilan swab ini pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan perencanaan di Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dalam pembuatan bilik ini. “Jadi petugas medis atau dokter yang akan memgambil sampel dari pada pasien atau pada orang yang memeriksa cukup menggunakan masker untuk masuk, “ tuturnya.
Di dalam billik ini juga dilengkapi  exhaust dengan lampu UV untuk membunuh kumat di dalam, sehingga cukup menggunakan masker dan memasukkan tangan di dalam  sarung tangan yang sudah disiapkan untuk mengambil swab. “Setelah itu dia bisa mencuci tangan sendiri menggunakan desintektan yang disiapkan bagi kami cukup berguna  untuk menekan penggunaan  APD,” katanya. “Bisa dikatakan ini nyaman karena petugasnya terlindung di dalam, karena tidak berhubungan dengan pasien atau orang yang akan diambil swabnya. Pembuatan  satu bilik kita mengeluarkan anggaran sebesar Rp 10 juta, diproduksi sendiri di Kabupaten Manokwari,” tambahnya. (aa/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.