Hari Cuci Tangan Sedunia, Dinkes,Hakli dan Unicef Kampanye Hidup Sehat

0
108
Kampanye Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) sedunia di Kabupaten Manokwari,Jumat (25/102019).

MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Provinsi Papua Barat dan United Nations Children’s Fund (Unicef) menyelenggarakan kampanye Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) sedunia. Kegiatan ini berlangsung di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Jum’at (25/10/2010).

Kampanye CTPS ini melibatkan kurang lebih 450 anak bersama 15 guru pendamping, dari 15 sekolah dasar. Sejumlah sekolah ini terpilih dimaksudkan bisa menjadi contoh dan duta-duta CPTS pada anak-anak yang lain di sekolahnya masing-masing, untuk dapat membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan baik.

Rangkaian kampanye  hari CTPS sedunia diawali dengan lomba inovasi sarana CPTS tingkat sekolah dasar,  lomba video praktik 6 langkah cuci tangan pakai sabun bersama tingkat sekolah dasar, lomba video praktik 6 langkah Cuci tangan pakai sabun bersama tingkat faskes dan puncak peringatan hari CPTS, dilakukan senam bersama, diikuti deklarasi CPTS dan cuci tangan massal serta penyerahan lomba lomba CPTS.

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Manokwari, dr. Afred Bandaso mengatakan, berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 di Papua Barat, hanya terdapat 42 persen dari total penduduk bisa melakukan cuci tangan dengan benar.

Padahal, kata dia, data World Health Organization (WHO) menunjukkan, perilaku CTPS mampu mengurangi angka kejadian diare sebanyak 45 persen, mencegah penyebaran penyakit kecacingan serta mampu menurunkan kasus infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA dan flu burung hingga 50 persen.

“Peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia ini sekaligus merupakan rangkaian hari kesehatan nasional ke-55 di Kabupaten Manokwari, bertujuan mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan, melalui proses penyadartahuan serta masyarakat dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari dengan bersih dan sehat,” ujarnya.

Bandaso lalu mengucapkan terima kasihnya pada mitra kesehatan Unicef, himpunan ahli kesehatan lingkungan Indonesia, sektor pengusaha dan mitra lainnya yang secara bersama-sama telah membantu terselenggaranya acara tersebut.

Sementara itu, Sekda Manokwari, Aljabar Makatita mengajak melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, yang diajarkan sedini mungkin kepada anak-anak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dikatakannya, cuci tangan pakai sabun merupakan langkah kecil untuk memulai  hidup sehat.  Langkah sederhana ini, bisa melindungi dari penyakit infeksi seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (batuk beringus dan lain-lain)  setiap tanggal 15 Oktober sebagai hari cuci tangan pakai sabun sedunia (Global Handwashing Day).

Hari cuci tangan pakai sabun sedunia, jelas sekda, adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB dengan organisasi-organisasi lainnya, pihak pemerintah maupun swasta untuk galakan cuci tangan dengan sabun oleh masyarakat, sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

“Salah satu tujuan dari kampanye ini, adalah penurunan angka kematian untuk anak-anak, dimana lebih dari 5000 anak balita penderita diare meninggal setiap harinya di seluruh dunia sebagai akibat dari kurangnya akses pada air bersih dan fasilitas sanitasi dan pendidikan kesehatan.  Penderitaan dan biaya biaya yang harus ditanggung karena sakit dapat dikurangi dengan melakukan perubahan perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun,  yang menurut penelitian dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hampir 50 persen,” ungkap sekda.

Lanjut, sekda mengatakan, kampanye dimaksudkan sebagai upaya peningkatan pembangunan fasilitas sanitasi di sekolah, karena  menurut Unicef kurangnya akses untuk air bersih mengakibatkan tingkat kehadiran anak perempuan sekolah saat mereka memasuki masa puber, karena tidak adanya fasilitas sanitasi yang memadai.

Akses air bersih dan sanitasi ditenggarai merupakan dasar penting untuk kehidupan anak-anak di seluruh dunia, dilihat dari segi kesehatan,  kelangsungan hidup  dan rasa penghargaan terhadap diri mereka.

“Budaya yang terjadi di masyarakat cuci tangan pakai sabun hanya dilakukan pada saat setelah makan, padahal justru cuci tangan seharusnya dilakukan juga sebelum  makan. Mencuci tangan pada saat 5 waktu kritis di antaranya, setelah ke jamban, setelah membersihkan anak yang buang air besar, menyiapkan makanan, sebelum makan dan memegang atau menyentuh hewan,  akan berdampak luar biasa membantu dalam upaya pencegahan penularan penyakit,” tuturnya.

Oleh sebab itu, maka kampanye cuci tangan pakai sabun pada peringatan hari cuci tangan sedunia yang ke-11 ini mengambil tema adalah tangan bersih untuk semua,  sehingga yang menjadi fokus yaitu semua memiliki kesempatan untuk melakukan cuci tangan,  peserta didik di sekolah.

“Cuci tangan pakai sabun,  merupakan langkah kecil untuk memulai hidup sehat.  Perilaku sederhana ini bisa melindungi kita terutama anak-anak dari penyakit seperti diare dan saluran infeksi pernapasan.  Untuk itu saya selaku Bupati Manokwari menghimbau sekolah kegiatan bersama cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, setelah melakukan beberapa kegiatan di sekolah,” ucap sekda.

Kemudian sekda juga mengingatkan, kegiatan  CTPS ini dapat dikombinasikan dengan perilaku hidup sehat bersih atau PHBS lainnya, antara lain mengonsumsi makanan sehat bersama,  bersihkan sampah di lingkungan sekolah, memberantas jentik nyamuk serta melakukan kerja bakti bersama warga sekolah.

“Alasan praktik cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan sekolah dalam menjalankan program UKS dan sebagai bagian dari implementasi didikan karakter.  Inti PPK seperti gotong royong,  kemandirian,  serta integritas dapat diterapkan dalam kegiatan sabun yang dilakukan bersama dan serentak oleh sekolah di Indonesia,” tambahnya.

Sekda juga sampaikan apresiasi dan penghargaan kepada dinas kesehatan dan jajaran pemerintahan daerah yang telah berkomitmen dan memprioritaskan pembangunan kesehatan, melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk mengajak berkampanye cuci tangan pakai sabun. “Terima kasih saya sampaikan kepada mitra kesehatan serta semua pihak yang telah mendukung dan berperan,” tutup sekda.(rls)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.