Cuaca Ekstrem Paksa Nelayan Manokwari Tak Melaut

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Cuaca ekstrem berupa hujan berkelanjutan dan gelombang tinggi yang melanda perairan Manokwari dalam sepekan terakhir memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut.

Sejumlah nelayan di Kampung Borobudur, Manokwari Barat memilih menyandarkan perahu mereka di pesisir pantai demi menghindari risiko kecelakaan laut serta kerugian akibat minimnya hasil tangkapan.

Salah seorang nelayan, Tamrin, mengatakan kondisi cuaca buruk membuat aktivitas melaut tidak lagi menguntungkan.

Ia mengaku sempat mencoba melaut beberapa hari lalu, namun hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya operasional.

“Empat hari lalu kami sempat melaut, tapi hasilnya sangat sedikit karena ombak tinggi dan cuaca buruk. Hasilnya tidak cukup untuk menutup biaya,” ujar Tamrin saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, hasil tangkapan yang minim tersebut langsung dijual ke pasar, namun pendapatan yang diperoleh tidak mampu menutupi biaya bahan bakar maupun kebutuhan selama di laut.

“Hasilnya tidak balik modal. Kalau dipaksakan terus, justru makin rugi,” katanya.

Hingga saat ini, Tamrin bersama nelayan lainnya belum dapat memastikan kapan akan kembali melaut. Mereka memilih menunggu hingga kondisi perairan kembali aman dan bersahabat.

Keputusan tersebut sejalan dengan imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang meminta nelayan dan operator transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk.

BMKG juga mengingatkan nelayan tradisional dengan armada kecil agar tidak memaksakan diri melaut guna menghindari risiko kecelakaan di laut.

Pantauan di Kampung Borobudur menunjukkan deretan perahu nelayan masih terparkir di sepanjang bibir pantai, menunggu cuaca kembali normal. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses