BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 18,30 Persen, Papua Barat Daya Naik 41,79 Persen

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Provinsi Papua Barat mengalami penurunan pada awal tahun 2026, sementara Papua Barat Daya justru menunjukkan tren peningkatan.

Kepala BPS Papua Barat, Merry, menyampaikan bahwa nilai ekspor Papua Barat sepanjang Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 458,05 juta Dolar AS atau turun 18,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sebaliknya, nilai ekspor Papua Barat Daya mencapai 2,82 juta Dolar AS atau meningkat 41,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Terjadi perbedaan tren antara Papua Barat dan Papua Barat Daya pada kinerja ekspor di awal tahun ini,” ujar Merry.

Selain ekspor, BPS juga mencatat perkembangan impor di kedua wilayah tersebut. Nilai impor Papua Barat sepanjang Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 1,62 juta Dolar AS atau turun signifikan 79,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor Papua Barat Daya mencapai 0,57 juta Dolar AS atau meningkat 100 persen dibandingkan periode Januari–Februari 2025.

Dari sisi neraca perdagangan, Papua Barat masih mencatatkan surplus sebesar 456,43 juta Dolar AS selama dua bulan pertama tahun 2026.

Meski demikian, angka tersebut menurun sebesar 96,19 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun Papua Barat Daya juga mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 2,25 juta Dolar AS atau meningkat sebesar 0,26 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

BPS menilai, meskipun Papua Barat masih mencatat surplus besar, penurunan ekspor menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja perdagangan luar negeri pada awal tahun ini.

Di sisi lain, Papua Barat Daya menunjukkan tren positif yang perlu terus didorong untuk memperkuat kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian daerah. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses