Pimpin Misa Paskah VII, Pastor Aloysius: Teknologi Harus Menjadi Sarana Persatuan dan Kesaksian Iman

0

KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Dalam perayaan Misa Paskah VII yang dilaksanakan di Gereja Paroki Santa Monika, Kampung Baru, Kaimana, Papua Barat, Pastor Aloysius Du’a, OSA menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat persatuan dan menjadi wadah untuk menyampaikan kesaksian iman.

Pesan ini disampaikannya tepat bertepatan dengan peringatan Hari Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia ke-60 yang jatuh pada 17 Mei 2026.

Dalam kotbahnya, Pastor Paroki merujuk pada tema yang diangkat oleh Bapa Paus Leo XIV untuk peringatan tahun ini, yaitu “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”. Tema ini menjadi refleksi mendalam tentang martabat setiap manusia di tengah perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Pesan ini mengingatkan kita bahwa di balik kemajuan teknologi yang semakin canggih, terdapat nilai-nilai dasar yang tidak boleh hilang, yaitu keunikan dan kemanusiaan itu sendiri. Kita harus tetap melestarikan esensi interaksi yang autentik dan hubungan personal yang tulus dalam setiap bentuk komunikasi,” ujarnya.

Menurut Pastor Aloysius, Gereja mengajak seluruh umat untuk kembali membangun komunikasi yang tidak hanya bersifat formal, tetapi mampu menciptakan kedekatan hati antar sesama. Teknologi hadir sebagai sarana untuk memperkuat persekutuan iman, bukan sebaliknya yang memisahkan atau merusak hubungan antar manusia.

Dengan mengutip bacaan kedua dari Surat Pertama Rasul Petrus, ia menekankan pentingnya kesetiaan dalam menjalani kehidupan di tengah perubahan zaman. “Kita diajarkan untuk tetap setia dan senantiasa berfirman kepada Tuhan, sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasan iman kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang sangat berharga untuk menyebarkan ajaran kebaikan. “Kita harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memberikan kesaksian iman, menyampaikan kata-kata yang menyejukkan hati, membangun harapan, serta memberikan kedamaian dan sukacita bagi banyak orang. Ingatlah, Allah begitu mengasihi manusia, dan kita diciptakan menurut gambaran dan rupa-Nya. Oleh karena itu, setiap perbuatan dan perkataan kita harus mencerminkan kebaikan dan kebenaran,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Pastor Aloysius juga mengajak seluruh umat untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan teknologi kecerdasan buatan. Ia meminta agar setiap orang berani menyampaikan kebenaran dan keadilan, serta menghindari segala bentuk tindakan yang merugikan, seperti menghina sesama atau menyebarkan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Melalui peringatan Hari Komunikasi Sosial yang ke-60 ini, Pastor berharap umat setempat dapat menjadi garam dan terang di tengah arus perkembangan digitalisasi. “Semoga kita semua mampu berkomunikasi dengan cara yang manusiawi, penuh belas kasih, jujur, dan selalu membawa semangat persaudaraan yang sesungguhnya,” harapnya.(lau/red)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses