Tahun 2027, DLH Mansel Fokus Pengembangan TPS3R dan Penambahan Armada Sampah

0

RANSIKI,KLIKPAPUA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari Selatan menargetkan penanganan masalah persampahan menjadi program prioritas utama dalam penyusunan rencana kerja tahun 2027.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pertumbuhan penduduk dan kewajiban pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala DLH Mansel melalui Staf Bidang Persampahan, Yoris Saiba, saat ditemui di Ransiki, Kamis (7/5/2026).

Menurut Yoris, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dilengkapi dengan fasilitas standar.

“Program prioritas kita rencanakan terkait TPS3R harus kita miliki untuk menjawab teguran dari pusat. Secara prosedural harus ada kolam landfill atau tempat penimbunan akhir yang terkontrol dengan baik,” ujarnya.

Fasilitas ini dinilai sangat krusial agar limbah dapat dikelola secara teknis dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Ini supaya limbah hasil pembuangan terkelola dengan baik. Sehingga sepuluh tahun ke depan, ketika ada pembangunan perumahan atau pemukiman di sekitarnya, kualitas air tanah tetap terjaga dan tidak tercemar karena sampah sudah terurai dengan benar,” tambahnya.

Selain infrastruktur, DLH Mansel juga memprioritaskan pengadaan alat berat khusus untuk pengelolaan lokasi pembuangan akhir. Hal ini untuk menghindari ketergantungan pada sistem sewa yang seringkali menghambat kinerja.

“Kita perlu memiliki alat berat tersendiri. Jadi nanti ketika sampah sudah menumpuk atau lokasi mulai penuh, kita tidak perlu repot menyewa dari pihak luar. Penanganan sampah jadi lebih cepat dan tidak menumpuk,” jelasnya.

Yoris juga mengakui adanya kendala di lapangan, terutama terkait cakupan wilayah Kabupaten Manokwari Selatan yang cukup luas, sementara jumlah armada pengangkut masih terbatas.

Saat ini, sistem pengangkutan sampah belum bisa menjangkau seluruh rumah atau jalan karena keterbatasan anggaran operasional, apalagi saat ini harga BBM jenis Dexlite mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Jumlah penduduk terus bertambah, tapi kita belum bisa melakukan penjemputan door-to-door ke seluruh wilayah karena keterbatasan anggaran, terutama untuk kebutuhan BBM yang harganya saat ini cukup tinggi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, di tahun 2027 mendatang, pihaknya sangat membutuhkan penambahan unit Bak Sampah (Tempat Sampah Besar) yang akan ditempatkan di titik-titik strategis.

“Wilayah kita luas, sementara BAK sampah yang tersedia saat ini masih terbatas. Maka dari itu, fokus kita tahun depan adalah penambahan armada dan BAK sampah agar pelayanan bisa lebih maksimal,” tutupnya.(aco)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses