
FAKFAK,KLIKPAPUA.com- Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mengunjungi Kampus STKIP Nuuwar Fakfak dalam agenda resesnya di Papua Barat, Rabu (6/5/2026).

Kedatangan Senator Papua Barat itu disambut Ketua Yayasan Fakfak Peduli Pendidikan Bangsa, Said Hindom, bersama jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa STKIP Nuuwar Fakfak.
Dalam kunjungan tersebut, Filep memberikan sosialisasi terkait manfaat Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), sosialisasi Empat Pilar MPR RI, motivasi kepada mahasiswa, menyerap aspirasi soal beasiswa KIP, hingga mendorong perguruan tinggi di Fakfak membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan antikekerasan seksual.
Senator Filep mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tetap berkomitmen membantu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua, melalui program beasiswa KIP dan Program Indonesia Pintar (PIP) meski di tengah efisiensi anggaran.
“Pemerintah pusat berkomitmen kuota beasiswa PIP maupun KIP tetap ditambah meski di tengah efisiensi,” ujar Filep.
Menurut dia, salah satu persoalan utama penyaluran beasiswa adalah validitas data peserta didik pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Karena itu, pihaknya mendorong dinas pendidikan provinsi dan kabupaten bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) memastikan calon penerima beasiswa memenuhi syarat administrasi kependudukan.
“Sumber masalah utama kita adalah soal data mahasiswa di Dapodik, sehingga tahun ini kita dorong dinas pendidikan provinsi dan kabupaten termasuk Dukcapil agar anak-anak yang layak menerima beasiswa telah memenuhi syarat secara kependudukannya,” katanya.
Filep menegaskan dirinya akan terus mendorong agar kuota beasiswa KIP dapat menyasar mahasiswa dan perguruan tinggi di Kabupaten Fakfak.
“Fakfak merupakan daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan sumber daya manusia dan kebutuhan pendidikan yang tinggi,” ucapnya.
Ia berharap seluruh perguruan tinggi di Fakfak dapat memperoleh kuota beasiswa KIP. Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan mendukung melalui alokasi dana otonomi khusus (Otsus) agar mahasiswa di Fakfak dapat menikmati pendidikan dengan baik.
Selain program KIP, Filep menyebut pihaknya juga sedang menyalurkan beasiswa PIP bagi siswa SD hingga SMA di Fakfak dengan jumlah hampir 2.000 penerima, baik dari sekolah negeri maupun yayasan.
“Kalau tahun lalu penerima PIP hampir 39 ribu orang, tahun ini kami harapkan meningkat lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Fakfak Peduli Pendidikan Bangsa, Said Hindom, mengapresiasi kepedulian Senator Papua Barat yang telah mengunjungi Kampus STKIP Nuuwar Fakfak.
Menurut Said, kehadiran Filep memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai manfaat program beasiswa Kartu Indonesia Pintar.
Ia menyebut jumlah mahasiswa STKIP Nuuwar Fakfak penerima beasiswa KIP saat ini sebanyak 153 orang dari total 519 mahasiswa.
“Terima kasih atas komitmen Pak Senator Filep yang akan memperjuangkan beasiswa KIP berikutnya di tahun depan,” ujarnya.
Said juga berharap mahasiswa penerima beasiswa KIP dapat memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut dengan baik dan bertanggung jawab. (dra)




















